◐

Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional untuk memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat ekspor produk bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam.

Baca Juga

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutan yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menyampaikan, kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pada Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan nasional mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar.

Baca Juga

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia mencapai US$193,6 miliar, atau meningkat US$4,74 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Meski mencatatkan surplus perdagangan, pemerintah tidak ingin berpuas diri. Peningkatan ekspor akan terus didorong dengan mengutamakan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Baca Juga

"Saat ini, pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi, dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia," kata Bahlil, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menegaskan, hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," ujarnya.

TEI 2026 Bidik Transaksi US$17,5 Miliar

Untuk mendukung target peningkatan ekspor, TEI 2026 digelar sebagai ajang yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai pasar internasional.

Pameran yang mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing tersebut diikuti 1.873 peserta pameran (exhibitor). Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 30.000 orang, dengan total transaksi sebesar US$17,5 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui pertemuan bisnis dengan skema business-to-business (B2B), para peserta diharapkan dapat memperluas jaringan perdagangan dan menghasilkan kesepakatan komersial yang mendukung pencapaian target transaksi.

Salah satu kesepakatan yang tercapai dalam ajang tersebut berasal dari sektor pangan olahan. PT Inti Food Sejahtera menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra distribusi strategisnya di Australia.

Halaman Selanjutnya

Kesepakatan itu mencakup komitmen pembelian senilai US$1 juta untuk Tempbar, produk protein bar berbahan dasar tempe yang mengandung 15 gram protein dalam kemasan praktis.