◐

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja hijau. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan pemanfaatan sekitar 10 juta ton biomassa berpotensi menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja (green jobs).

Untuk diketahui, lapangan kerja hijau adalah jenis pekerjaan yang berkontribusi secara langsung untuk melestarikan, memulihkan lingkungan, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan rendah karbon

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, penciptaan lapangan kerja tersebut tersebar di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga pemanfaatannya sebagai bahan bakar pembangkit.

“Green job yang tercipta dari 10 juta ton saja itu bisa mencapai sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau baru,” kata Hokkop, dilansir Antara, Senin (28/9/2026).

Menurut Hokkop, pengembangan ekosistem bioenergi memberikan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam rantai pasok energi. Peluang tersebut mencakup petani, koperasi, BUMDes, pelaku usaha, agregator, hingga penyedia jasa logistik.

Selain menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan 10 juta ton biomassa diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO₂e.

Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang besar dan beragam, mulai dari kayu, residu pertanian, sekam padi, hingga berbagai sumber hayati lainnya.

Berdasarkan pemetaan PLN EPI, pemanfaatan biomassa saat ini mencapai sekitar 30,7 juta ton, sementara potensi biomassa yang belum termanfaatkan diperkirakan sekitar 60,6 juta ton.

Meski demikian, potensi biomassa yang belum termanfaatkan tersebut masih bersifat indikatif dan perlu mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas bahan baku, serta kesiapan rantai pasok dari hulu hingga hilir.E

Ekosistem tersebut pun terus diperkuat, sepanjang periode 2023-2026, perusahaan telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton.

Saat ini, pasokan untuk kebutuhan cofiring masih didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77 persen.

Pengembangan bioenergi juga diperluas melalui berbagai produk, antara lain biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol.

Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung cofiring, menggantikan penggunaan bahan bakar pada pembangkit diesel, memenuhi kebutuhan industri, hingga pengembangan bahan bakar berkelanjutan.