Nilai transaksi QRIS di Papua tumbuh 9,03 persen
Nilai transaksi QRIS di Papua tumbuh 9,03 persen
Selasa, 14 Juli 2026 09:51 WIB
Salah satu UMKM di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/Qadri Pratiwi
Jayapura, Papua (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyampaikan nilai transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Papua tumbuh 9,03 persen pada triwulan I 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Warsono di Jayapura, Senin, mengatakan pertumbuhan transaksi digital tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pelaku usaha yang telah menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran nontunai.
"Berdasarkan data di mana transaksi QRIS di Papua dan daerah otonomi baru (DOB) tercatat mencapai Rp1,26 triliun atau tumbuh sebesar 9,03 persen secara tahunan (yoy)," katanya.
Menurut Warsono, pada triwulan pertama 2026, jumlah merchant QRIS tumbuh 17,71 persen secara tahunan.
"Selain merchant, jumlah pengguna QRIS juga terus bertambah meski dengan pertumbuhan yang lebih terbatas, yakni sebesar 0,03 persen secara tahunan," ujarnya.
Di menjelaskan perkembangan transaksi digital menjadi salah satu indikator meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nontunai yang lebih cepat, mudah, dan aman.
"Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi QRIS pada Mei 2026 mencapai Rp502,4 miliar dengan volume transaksi sebanyak 3,87 juta kali," katanya lagi.
Dia menambahkan ke depan, Bank Indonesia bakal terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS di berbagai sektor ekonomi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Papua.
"Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan QRIS juga dinilai membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan keamanan transaksi tanpa menggunakan uang tunai," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026