Nanik Curhat Sakit Jantung karena Stres Kelola Anggaran BGN: Sumpah Trauma Akut!
Rabu, 22 Juli 2026 - 15:41 WIB
Jakarta, VIVA – Mantan Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkap alasan di balik pengunduran dirinya pada Rabu 22 Juli 2026. Ia memilih fokus memulihkan kondisi kesehatan setelah mengalami gangguan jantung dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga
Melalui unggahan di media sosial, Nanik menceritakan sempat mengalami penurunan kondisi selama sembilan hari dan dirawat sekitar sepekan. Setelah kesehatannya membaik, ia baru kembali mengikuti rapat kabinet.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan terdapat sumbatan pada arteri jantung. Menurut Nanik, kondisi itu dipengaruhi kadar kolesterol yang tinggi serta tekanan pekerjaan selama memimpin BGN.
Baca Juga
"Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa," tulis Nanik.
Ia mengaku tekanan terbesar berasal dari tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar. Kekhawatiran agar seluruh penggunaan anggaran sesuai aturan membuatnya sangat berhati-hati saat mengambil keputusan.
Baca Juga
Nanik mengatakan setiap dokumen penting tidak pernah ditandatangani sendiri. Ia selalu meminta dua wakil kepala ikut memberikan paraf setelah melalui pemeriksaan dan pendampingan.
"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf," ujarnya.
Menurut Nanik, tekanan tersebut akhirnya berdampak pada kondisi fisiknya. Ia mengaku sering merasa cemas saat menghadapi banyak berkas pekerjaan hingga mengalami reaksi panas dingin.
Karena itu, ia meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meninggalkan jabatannya agar dapat memprioritaskan pemulihan kesehatan.
"Saya sudah pamit kepada presiden, jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau konsen untuk kesehatan saya," tulisnya.
Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik menyebut Presiden Prabowo memintanya tetap terlibat mengawasi lembaga tersebut. Ia mengatakan kemungkinan akan dibentuk dewan pengawas dan dirinya diminta menjadi ketua.
Namun, Nanik menegaskan hanya bersedia menjalankan fungsi pengawasan tanpa menangani urusan keuangan karena mengaku mengalami trauma.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt," tulisnya.
Di sisi lain, Nanik menegaskan tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan gizi anak-anak demi menciptakan generasi emas, bukan untuk kepentingan politik.
Halaman Selanjutnya
Menutup pernyataannya, Nanik mengatakan kini ingin memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya.