Menurut Psikiater Anak Lulusan Harvard dan Stanford, Ini Kebiasaan untuk Membesarkan Anak Tangguh
Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 25 Sep 2026 21:30 WIB
Cara membesarkan anak tangguh dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang membantu anak menghadapi kegagalan dan kesulitan/Foto: Magnific
Tidak ada orang tua yang dapat melindungi anak dari setiap kegagalan, kekecewaan, maupun situasi sulit yang mungkin mereka hadapi dalam hidup. Oleh karena itu, salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak kecil adalah resiliensi, yaitu kemampuan anak untuk menghadapi kesulitan, mengelola pengalaman yang tidak menyenangkan, dan tetap melanjutkan kehidupannya setelah menghadapi tantangan.
Dr. Suzan J. Song, MD, PhD, seorang psikiater yang mendapat pelatihan di Harvard dan Stanford, banyak membahas resiliensi melalui pengalaman klinis, penelitian, serta pekerjaannya bersama individu dan keluarga yang menghadapi berbagai bentuk kesulitan.
Lantas, kebiasaan orang tua apa saja yang bisa menjadi cara mendidik anak tangguh menurut Dr. Song tersebut? Yuk, simak selengkapnya dan cari tahu cara membesarkan anak tangguh yang bisa mulai diterapkan dalam keseharian menurut Dr. Song seperti yang dilansir dari CNBC berikut ini!
Membiarkan Anak Mengalami Keberhasilan dan Kegagalan

Cara membesarkan anak tangguh dapat dimulai dengan memberi mereka kesempatan merasakan keberhasilan dan kegagalan/Foto: Magnific
Anak perlu diberi kesempatan untuk mengalami keberhasilan sekaligus kegagalan agar mereka belajar bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses. Orang tua dapat membantu anak memilih aktivitas yang mereka sukai, lalu memberi mereka ruang untuk berlatih, menghadapi kesulitan, melakukan kesalahan, dan memperbaiki diri. Dengan begitu, anak memahami bahwa tidak langsung pandai dalam sesuatu bukan berarti mereka akan gagal selamanya.
Ketika mengalami kegagalan, seperti mendapat nilai rendah, biarkan mereka merasakan kecewa terlebih dahulu. Setelah emosinya lebih tenang, ajak anak mengevaluasi pengalaman tersebut dengan bertanya tentang bagian yang paling sulit dan hal yang ingin mereka lakukan secara berbeda. Dengan cara ini, anak belajar melihat kegagalan sebagai bagian dari proses yang dapat dilewati sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar.
Bantu Mereka Menjadi Pemecah Masalah

Cara membesarkan anak tangguh dapat dimulai dengan mengajarkan mereka menjadi pemecah masalah/Foto: Magnific
Alih-alih terlalu fokus mempersiapkan anak untuk menjalani profesi tertentu, orang tua dapat membantu mereka menemukan persoalan yang benar-benar mereka anggap penting dan mencari cara untuk mengatasinya. Pasalnya, dunia kerja dapat berubah dalam beberapa dekade mendatang sehingga sulit menentukan profesi yang akan tetap stabil atau menjanjikan.
Jika anak menunjukkan kepedulian terhadap suatu masalah, misalnya mereka kesal melihat banyaknya sampah plastik di laut, orang tua bisa mengajaknya berdiskusi tentang apa yang membuatnya terganggu dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Selanjutnya, bantu anak mencari informasi, menghubungi ahli, atau terlibat dalam kegiatan seperti membersihkan pantai. Dengan cara ini, anak belajar memahami apa yang penting bagi dirinya sekaligus mengambil langkah nyata untuk mengatasinya.
Ajarkan Mereka Cara Membangun Hubungan yang Baik

Cara membesarkan anak tangguh dapat dimulai dengan mengajarkan mereka membangun dan menjaga hubungan yang sehat/Foto: Magnific
Ajarkan pada anak bahwa kemampuan membangun dan menjaga hubungan sama pentingnya dengan keterampilan teknis. Seiring mereka tumbuh, anak akan menghadapi berbagai situasi yang mengharuskan mereka membangun kepercayaan, menyelesaikan konflik, meminta bantuan, menetapkan batasan, serta menjaga hubungan dengan orang lain. Kemampuan tersebut perlu dilatih sejak dini melalui situasi sehari-hari.
Ketika anak mengalami konflik dengan teman, misalnya, ajak mereka membicarakan apa yang terjadi, memahami sudut pandang orang lain, dan mempertimbangkan apakah hubungan tersebut masih perlu diperbaiki. Orang tua juga perlu memberikan contoh secara langsung dengan berani mengakui kesalahan dan meminta maaf setelah terjadi konflik. Dengan melihat bagaimana orang tua memperbaiki hubungan, anak dapat belajar cara menjaga hubungan dengan lebih baik daripada hanya melalui nasihat.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- 4 Cara Mengenali Anak yang Tumbuh di Keluarga Penuh Kasih Sayang Dilihat dari Ucapannya
- 3 Cara Mengenali Anak yang Tumbuh Besar Dimanjakan Orang Tua Dilihat dari Ucapannya
- 5 Tanda Kreativitas Anak Berkembang, Orang Tua Harus Tahu!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.