Menteri P2MI belum menerima aduan PMI pascaserangan Houthi ke Arab Saudi

Menteri P2MI belum menerima aduan PMI pascaserangan Houthi ke Arab Saudi

Kamis, 17 September 2026 13:22 WIB

Image Print

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat memberikan keterangan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan pihaknya belum menerima aduan dari para pekerja migran Indonesia (PMI) terkait serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan kelompok Houthi ke Arab Saudi.

"Belum ada aduan dari PMI (yang) mau pulang terkait dengan adanya serangan kemarin, belum," kata Mukhtarudin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.

Mukhtarudin telah menerima laporan terkini dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah mengenai serangan drone yang dapat dicegat oleh pasukan Kerajaan Arab Saudi sebelum memasuki wilayah udara Kota Makkah.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, melalui perwakilannya, juga telah memberikan peringatan dan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk PMI yang bekerja di sana.

"Sampai hari ini, dari perwakilan kami sudah memberikan peringatan-peringatan kepada WNI kita agar menghindari wilayah-wilayah yang potensinya terdampak konflik; tetapi sampai hari ini, seperti (ibadah) umroh, berjalan seperti biasa. Jadi, belum ada sesuatu yang signifikan terjadi," jelas Mukhtarudin.

Dia juga menegaskan Pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara rutin dengan perwakilan yang ada di luar negeri, terutama negara-negara di Timur Tengah, serta menyiapkan sejumlah antisipasi jika eskalasi konflik berlanjut.

"Kami sudah melakukan komunikasi rutin dengan perwakilan kami yang ada di luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, ya. Ada atase kami di sana, ada Kementerian (Luar Negeri) juga, kami rajin untuk terus koordinasi untuk memantau situasi," kata Mukhtarudin.

Sementara itu, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan pasukan pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang hendak memasuki wilayah udara di Kota Makkah.

"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata juru bicara tersebut.

Pesawat nirawak tersebut dicegat di bagian selatan Makkah. Aksi bermusuhan dan tindak teroris itu merupakan upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah upaya pertama menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017.

"Tindakan ini hanya dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya untuk menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan yang menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia," katanya.

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.