◐

Mentan Amran Ungkap Kondisi Produksi Padi RI di Tengah Ancaman El Nino

AKURAT.CO Pemerintah memastikan produksi padi nasional masih aman meski sejumlah lahan pertanian terdampak El Nino.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan menjaga keseimbangan harga agar kenaikan harga gabah tetap menguntungkan petani tanpa membuat harga beras di tingkat konsumen melonjak.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, lahan pertanian yang terdampak El Nino saat ini diperkirakan sekitar 50 ribu hektare.

Angka tersebut dinilai masih relatif kecil dibandingkan total luas pertanaman padi nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar 11 juta hektare hingga akhir 2026.

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Dipicu Gangguan Distribusi Efek El Nino

“Sekarang mungkin 50 ribuan hektare (lahan terdampak). Tiga bulan lalu, 30 ribu hektare. Perkiraan sekarang maksimal 50 ribu hektare dan itu masih aman,” kata Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Amran, pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah tekanan iklim.

Upaya tersebut mencakup penguatan irigasi, pompanisasi, irigasi perpompaan (irpom), optimalisasi lahan (oplah), hingga penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Irigasi jalan, pompanisasi jalan, irpom jalan, oplah jalan, semua jalan. Dan benih yang tahan kekeringan. Ada juga yang produktivitasnya tinggi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System),” ujarnya.

Baca Juga: El Nino Tekan Produksi Kakao Afrika Barat, Harga Patokan Ekspor RI Naik 7,5 Persen di Oktober 2026

Amran menilai langkah tersebut penting untuk menjaga produksi sekaligus memperkuat pendapatan petani. Ia menyebut penerapan teknologi pertanian dan penggunaan benih unggul melalui metode PM-AAS berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

“Pendapatan petani yang metode baru (PM-AAS), dengan benih unggul, dengan teknologi tinggi itu hitungannya Rp15–16 juta per bulan per hektare,” kata Amran.