Mentan Amran: Swasembada pangan dan ekspor beras kado HUT Ke-81 RI

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan swasembada pangan dan adanya kesepakatan ekspor beras ke Malaysia menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” kata Mentan saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin.

Kementerian Pertanian (Kementan) mempersembahkan sejumlah capaian sektor pertanian sebagai kado untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Amran mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran Kementan, TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani hingga berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Dengan demikian terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton.

Berdasarkan data Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), Indonesia diperkirakan menjadi produsen beras terbesar di ASEAN dengan produksi mencapai 38,6 juta ton dan menempati peringkat ke-4 dunia untuk 2026/2027.

Mentan juga menambahkan saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola di gudang Perum Bulog hingga pertengahan Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton.

Capaian tersebut dinilai semakin lengkap dengan keberhasilan Indonesia kembali menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal mencapai 1.000 ton dan peluang pasar yang dapat berkembang hingga 200 ribu ton bahkan 1 juta ton.

“Ini adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua. Bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” katanya.

Baca juga: Padi organik PS-08 dukung Banten jadi lumbung pangan nasional

Selain swasembada dan ekspor beras, Mentan menyebut peningkatan kesejahteraan petani menjadi capaian penting sektor pertanian. Ia mengatakan kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir yaitu 127,84 pada bulan Juli 2026.

“Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” beber Amran.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari peningkatan ekspor yang mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Mentan menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang menurutnya menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.