Mensos Sambangi ICW, Perkuat Pencegahan Korupsi Program Sekolah Rakyat

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyambangi kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna membahas pencegahan korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama dalam program Sekolah Rakyat. Dalam pertemuan tersebut ICW memberikan banyak masukan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.

"Kami berdiskusi panjang dengan semangat yang sama. Tidak boleh program strategis Bapak Presiden Prabowo dikotori dengan tindakan-tindakan korupsi. Maka, apa yang disampaikan oleh ICW menjadi masukan yang sangat berharga buat Kementerian Sosial," kata Gus Ipul usai pertemuan.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Diperluas Jadi 182 Titik Tahun Ini, Targetkan 43.344 Peserta Didik

Dia menyebut, seluruh informasi dan data yang disampaikan oleh ICW menjadi masukan bagi Kemensos untuk mengambil langkah mitigasi dan perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa, sehingga tidak terjadi tindak korupsi dalam program Sekolah Rakyat.

"Ini adalah peringatan dan ini harus kita terima dengan menindaklanjuti beberapa hal," ujarnya.

Gus Ipul bersama seluruh jajaran berkomitmen menindaklanjuti, mendalami, dan mengambil langkah-langkah nyata agar seluruh praktik-praktik yang tidak baik bisa dimitigasi dan dihindari.

"Dan akhirnya Sekolah Rakyat benar-benar sesuai tujuan Bapak Presiden, yaitu memberikan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas untuk keluarga paling tidak mampu," sambungnya.

Oleh karena itu, dia membuka kesempatan kepada semua pihak untuk turut mengawasi, memberikan masukan, kritik dan saran terhadap seluruh program yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Pihaknya sangat terbuka dengan kritik dan saran dari masyarakat.

"Kami sangat terbuka (terhadap) kritik saran dari pihak manapun. Apalagi dilakukan dengan melampirkan data-data yang akurat. Apa yang disampaikan oleh ICW semuanya itu dilampiri dengan data-data yang sangat akurat," jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dibuka, Apa Bedanya dengan Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda?

Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat khususnya ICW yang telah memberikan masukan, kritik dan saran kepada Kementerian Sosial lengkap dengan data-data pendukung.

"Sehingga kami bisa mengoreksi, memberikan satu kebijakan yang mampu untuk bisa mencegah adanya korupsi tersebut," tambahnya.

Selain itu, Gus Ipul juga meminta jajaran Kemensos terus memperkuat integritas dan memperbaiki tata kelola. Dia mengingatkan bahwa tidak ada ruang bagi korupsi di lingkungan Kemensos.