Mensesneg: Pemerintah masih cek lahan untuk pembangunan Universitas RI - ANTARA News Gorontalo

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mengecek lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI).

"Ditunggu pembangunannya, masih dicek lahannya," kata Prasetyo singkat saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Prasetyo sebelumnya mengatakan URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di sejumlah negara.

Ia menjelaskan berbagai negara di dunia memiliki lembaga pendidikan khusus yang bertugas mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan.

Prasetyo mencontohkan Prancis memiliki École nationale d'administration (ENA), yang kini telah berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP), sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).

Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

Pada Rabu (22/7) sore, Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta.

Saat jumpa pers, Donny menjelaskan pembentukan URI merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mencetak pemimpin masa depan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah masih cek lahan untuk pembangunan Universitas RI

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.