Menpora sebut Pramuka harus masuk struktur inti pendidikan nasional - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa Gerakan Pramuka kini diposisikan menjadi bagian dari struktur inti kependidikan nasional guna memperkuat pembentukan karakter pemuda Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menpora dalam konferensi pers selepas pembukaan rangkaian Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, Jumat, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

"Pesan Bapak Presiden jelas, dalam membangun karakter kepemudaan, Pramuka adalah bagian terpenting. Tidak lagi Pramuka ini menjadi ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian dari struktur kependidikan," kata dia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi untuk menyiapkan bagaimana peta jalan agar kepanduan pramuka semakin eksis, berkembang dan memainkan peran dalam pendidikan karakter generasi bangsa.

Menpora Erick Thohir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengarahkan potensi bonus demografi Indonesia ke arah yang positif, terlebih menjelang momentum peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda.

"Ini bukan eranya lagi kita bekerja sendiri-sendiri, ini eranya kita bekerja sama menjadi satu kekuatan agar bonus demografi Indonesia ini menuju ke arah yang baik. Tanggung jawab kami di Kemenpora adalah mengonsolidasikan seluruh kemampuan agar Pramuka dikembalikan kepada khitahnya sebagai alat pembangunan karakter bangsa dan masuk ke program inti," ujarnya.

Baca juga: Pramuka Surabaya raih tiga rekor MURI peserta terbanyak

Parade bendera yang dilakukan para peserta meriahkan pembukaan rangkaian Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, Jumat (14/8/2026) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menambahkan bahwa pembentukan karakter melalui Pramuka merupakan hal wajib bagi generasi muda yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan.

Untuk itu menurut dia, Kwarnas sangat membutuhkan kerja sama kementerian-lembaga mulai dari Kemenpora, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk menyusun dan menyesuaikan kurikulum Pramuka.

"Ya kita berharap 2045 seperti tadi harapan Pak Presiden, Generasi Emas itu bisa kita wujudkan betul-betul real, terwujud Generasi Emas itu," cetusnya.

Adapun Jambore Nasional XII sendiri berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta, dengan diikuti oleh sekitar 25.000 peserta yang berasal dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.