◐

Menlu Pantau Keselamatan WNI terkait Kerusuhan di Eropa - Nasional Katadata.co.id

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi warga negara Indonesia (WNI) di Eropa. Ini terkait adanya kerusuhan di beberapa wilayah Eropa.

Berdasarkan laporan Pemerintah Prancis, lebih dari 2.500 orang ditahan dan dibawa ke kantor polisi di Prancis setelah kerusuhan pecah saat demonstrasi pada akhir pekan lalu. 

“Terus kami pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya,” kata pria yang akrab disapa Tata saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (20/10).

Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup dan penurunan standar pendidikan meningkat berubah menjadi bentrokan dengan polisi di Prancis pada Sabtu (17/10).

Tata menyebut belum ada arahan khusus dari Presiden Prabowo. “Tadi kami hanya melapor saja,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan dari total orang yang ditahan, sekitar 67 orang telah dipenjara. Namun, dia tidak menjelaskan apakah jumlah tersebut merujuk pada penahanan sebelum persidangan atau hukuman penjara setelah putusan pengadilan.

Dikutip dari Antara, di Kota Limoges, para perusuh membakar gedung balai kota bersejarah. Sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota-kota lainnya juga menjadi sasaran serangan.

Para penjarah mengobrak-abrik toko, memecahkan kaca etalase, dan membawa kabur barang dagangan, termasuk produk dari butik merek mewah, terutama di Paris dan Marseille.

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan total 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut, termasuk 110.000 orang di Paris.

KBRI Imbau WNI Waspada

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis, mengimbau WNI meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan dan penjarahan di sejumlah wilayah negara tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah kerja KBRI Paris, terutama setelah gelombang demonstrasi besar pada Sabtu (17/10).

“KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah kerja agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan,” kata Heni dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara.

Heni memastikan tidak ada WNI yang terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk perubahan jadwal sekolah, operasional transportasi umum, dan kemacetan lalu lintas.

KBRI Paris mengimbau WNI untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan menghindari kerumunan demonstrasi. WNI juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan apabila terjadi penutupan jalan atau pengalihan rute.

Ia menambahkan, KBRI Paris akan terus memantau perkembangan situasi keamanan setelah demonstrasi serta menjaga komunikasi dengan seluruh WNI di wilayah kerjanya.

Dalam kondisi darurat, WNI di wilayah akreditasi KBRI Paris dapat menghubungi hotline KBRI di nomor +33-6-21 12-2109.