Kemenag luncurkan lima pelatihan di MOOC Pintar sambut Hari Santri - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama meluncurkan lima pelatihan spesial Hari Santri 2026 yang diakses secara online melalui Massive Open Online Course (MOOC) Pintar.
“Hari ini mandat yang diberikan negara kepada santri semakin berat karena pada satu dimensi harus memperkokoh fondasinya sebagai orang yang berkarakter memiliki keagamaan yang baik, tetapi pada dimensi lain harus mengaktualisasikan ilmunya pada masyarakat,” ujar Kepala BMBPSDM Kemenag M. Ali Ramdhani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Lima pelatihan yang ditawarkan meliputi Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Santri Menjadi Content Creator, Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS, dan Pengelolaan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren.
Menurut Dhani, program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital santri sekaligus memperkuat pengelolaan administrasi, penyelenggaraan ujian, dan tata kelola keuangan pesantren.
“Santri harus menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” kata dia.
Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk memperkuat karakter sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran agama harus tetap disertai bimbingan guru.
Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pencarian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran kiai dan ustaz, terutama dalam mempelajari persoalan keagamaan yang sensitif.
“Oleh karenanya, saya berharap AI kita warnai. Dan hari ini saya ingin mengingatkan, AI bisa membantu pada ruang-ruang normatif, tetapi untuk belajar hal-hal yang sensitif seperti hukum, fikih, wajib hukumnya memiliki guru,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan pendaftaran sejumlah pelatihan yang tersedia melalui MOOC Pintar membludak. Pelatihan kecerdasan buatan tercatat diikuti sekitar 30.000 pendaftar, sedangkan pelatihan santri menjadi content creator mencapai sekitar 3.200 pendaftar.
Adapun pelatihan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tercatat diikuti sekitar 1.300 pendaftar dan pelatihan manajemen data ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) sekitar 1.400 pendaftar. Sementara itu, sosialisasi ujian akhir PKPPS telah diikuti hampir 1.000 pendaftar.
Basnang berharap kerja sama dalam pengembangan MOOC Pintar dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan santri dan pesantren.
“Pelatihan media, misalnya, diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan komunikasi dan keterampilan menjadi juru bicara pesantren,” kata dia.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.