◐

Mengenal karakteristik kepribadian ambiver, omniver, dan otrover

Jakarta (ANTARA) -

Para ahli telah merumuskan tipe-tipe kepribadian unik yang menggambarkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dan kecenderungan sosial mereka.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple pada Selasa (20/10), psikiater Rami Kaminski menyampaikan bahwa kebanyakan orang cenderung berfokus pada kutub ekstrem introversi dan ekstroversi karena keduanya seolah mencakup seluruh spektrum hubungan dalam kelompok.

Kenyataannya, kecenderungan sosial orang jauh lebih kompleks, tidak cukup digambarkan dengan kategori introver dan ekstrover saja.

​​​​​​​Ambiver dan omniver bisa dianggap sebagai titik tengah di antara keduanya. Mereka punya sisi batin layaknya seorang introver, tetapi juga memiliki keinginan untuk bersosialisasi seperti seorang ekstrover.

"Ciri utama seorang ambiver adalah mereka sangat mampu untuk bersosialisasi dan bergaul dengan orang lain, tapi, seperti halnya seorang introver, 'baterai sosial' mereka akan cepat terkuras," kata psikolog klinis Michael Alcée.

Menurut dia, orang dengan kecenderungan ambiver membutuhkan keseimbangan antara interaksi sosial dan waktu untuk diri sendiri.

"Mereka memiliki kedalaman dunia batin sekaligus kecakapan dalam bersosialisasi," katanya.

Baca juga: Psikolog: Orang introver butuh lebih banyak ruang dalam pertemanan

Tipe kepribadian omniver memiliki keserupaan dengan ambiver, tetapi cara manifestasinya berbeda.

Orang omniver cenderung lebih sering bergerak di antara dua kutub ekstrem introversi dan ekstroversi dalam perilaku sosialnya.

Sementara itu, orang ambiver lebih banyak berada di tengah spektrum dan menyesuaikan perilaku berdasarkan situasi yang sedang dihadapi.

Di samping itu, psikiater Rami Kaminski mengenalkan istilah otrover untuk menggambarkan orang yang bisa bergaul dengan baik tetapi mungkin tidak merasa butuh atau ingin menjadi bagian dari komunitas.

"Mereka biasanya ramah dan supel, bukan orang yang penyendiri atau pendiam,” kata pendiri Otherness Institute itu.

Baca juga: Kenali ciri orang dengan kepribadian otrover

Kendati mudah bergaul, orang otrover tidak ingin menjadi bagian dari kelompok meskipun diterima dan bahkan populer dalam kelompok.

Menurut Kaminski, orang otrover tidak begitu tertarik mengikuti kegiatan kelompok dan kemungkinan besar tidak merasakan atau menunjukkan kegembiraan saat menghadiri acara sosial.

Orang dengan kecenderungan itu mungkin lebih menghargai hubungan personal dengan beberapa orang dibandingkan terlibat dalam kelompok besar.

"Mereka suka berhubungan dengan orang-orang tertentu... keberbedaan mereka terletak pada perasaan dan bukan perilaku yang dapat diamati," kata Kaminski.

Pemahaman mengenai kecenderungan kepribadian memungkinkan orang menemukan cara yang lebih baik dan lebih nyaman dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain.

Baca juga: Tipe kepribadian pengaruhi cara orang menikmati musik

Baca juga: Psikolog: "Overthinking" yang mengganggu baiknya dikonsultasikan

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.