Menbud Fadli Zon Dorong Revitalisasi Desa Adat Sade Disertai Mitigasi Kebakaran |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa rencana revitalisasi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), wajib disertai dengan langkah mitigasi kebakaran. Hal ini disampaikan sebagai respons atas musibah kebakaran yang melanda kawasan adat tersebut pada akhir Agustus lalu.
“Tentu kita akan revitalisasi, tapi kita berharap harus ada mitigasi, antisipasi supaya tidak terulang kembali karena ini banyak bahan-bahannya itu yang mudah terbakar,” kata Menbud Fadli Zon, saat ditemui media usai acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” di Jakarta, Jumat (4/9) malam.
Menbud Fadli menjelaskan bahwa proses revitalisasi saat ini masih menunggu konsep dan desain dari arsitek yang telah ditunjuk. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah untuk mematangkan rencana tersebut.
“Juga jaraknya, kita nunggu hasil dulu dari desain dari desainer atau arsitek yang telah ditunjuk. Kita koordinasi terus dengan gubernur dan juga bupati di Lombok Tengah. Setelah siap desainnya, roadmap-nya segera kita laksanakan revitalisasi,” tuturnya.
Peralatan Tradisional dan Artefak Ikut Musnah
Menbud Fadli Zon menyayangkan musnahnya sejumlah artefak dan peralatan tradisional yang menjadi kekayaan budaya masyarakat Desa Adat Sade. Beberapa benda bersejarah seperti lontar dan alat-alat tradisional belek turut menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.
Meski demikian, pemerintah berencana untuk mengganti peralatan yang musnah, termasuk perlengkapan untuk kegiatan menenun yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. “Tapi nanti akan ada dibuatkan lagi untuk alat-alat tenunnya. Memang kalau yang sudah terbakar kita sangat sayangkan itu seperti lontar, kemudian ada beberapa alat-alat tradisional belek, itu mungkin ada gantinya nanti,” imbuh Menbud Fadli.
Terkait target penyelesaian revitalisasi, Menbud Fadli Zon belum dapat memastikan waktunya karena sangat bergantung pada rampungnya desain. “Begitu ada langsung kita laksanakan. Mudah-mudahan bisa di tahun ini, kalau tidak di awal tahun depan,” ujarnya.
Kronologi dan Dampak Kebakaran
Sebelumnya, musibah kebakaran melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) malam. Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan NTB telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata dampak serta menyusun rencana tindak lanjut.
Berdasarkan siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Senin (24/8), kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada aset-aset kebudayaan. Total sebanyak 167 unit bangunan terdampak, dengan rincian 75 rumah adat, 69 toko kerajinan, dan delapan lumbung alang hangus terbakar. Selain itu, kebakaran juga berdampak pada enam Berugak Sekepat, empat Berugak Sekenam Besar, satu masjid, satu Bale Beleq, satu toilet umum, satu gerbang desa, dan satu Pelonggo.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara