Menag tegaskan anak harus tumbuh di lingkungan pendidikan yang aman
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan anak-anak harus diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang serta dipenuhi hak-haknya di dalam lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
“Anak-anak Indonesia adalah amanah yang harus kita lindungi, diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang serta dipenuhi hak hak di dalam lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat MoU dengan Save the Children di Jakarta, Senin.
Kemenag dan Save the Children Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Dukungan Layanan Pendidikan Bermutu.
Kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem madrasah dan pesantren agar semakin aman, inklusif, setara, ramah anak, serta tangguh menghadapi perubahan iklim dan bencana.
Kerja sama ini mencakup penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan serta kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi, manajemen sekolah, perlindungan anak, kesetaraan gender, dukungan kesehatan mental, partisipasi anak, serta penguatan kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana dan perubahan iklim.
Baca juga: Menag: Pendidikan pesantren padukan kecerdasan akal dan batin
“Kita memperkuat langkah bersama di dalam peningkatan kapasitas pendidik, penguatan mutu, pembelajaran, perlindungan anak, pengembangan inovasi pendidikan serta penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Menag.
Kolaborasi itu juga mempertemukan nilai-nilai pendidikan berbasis keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan ekoteologi dapat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama terhadap kehidupan dan generasi mendatang.
“Kerja sama antara Kementerian Agama dan Save the Children Indonesia dibangun dari berbagai pengalaman dan praktik baik yang telah berjalan dalam mendukung pendidikan dan pemenuhan hak anak,” ujarnya.
Melalui Program We See Equal (WSE) yang didukung Procter & Gamble, Save the Children Indonesia bersama Kementerian Agama telah mendorong penguatan kesetaraan gender, perlindungan anak, dan dukungan kesehatan mental di lingkungan madrasah.
Baca juga: Menag: Cendekiawan Muslim Indonesia harus jadi representasi dunia
Sementara itu, Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang didukung Global Partnership for Education dan konsorsium Mitra Pendidikan Indonesia (diketuai Kemendikdasmen dan Kemenag) mendukung peningkatan literasi dan numerasi, penguatan perlindungan anak, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).
Pengalaman tersebut dilengkapi dengan pembelajaran dari Kampanye Aksi Generasi Iklim (AGI) yang mendorong partisipasi anak dan generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.
Selain itu, melalui program Humanitarian, Save the Children Indonesia juga mendukung penguatan ketangguhan anak dan satuan pendidikan dalam menghadapi bencana, perubahan iklim, dan berbagai situasi krisis.
“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kami di Save the Children Indonesia untuk menjadi pengawal ekosistem pemenuhan hak anak di Indonesia, termasuk dalam memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan, khususnya di satuan pendidikan keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama,” ujar CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar.
Melalui MoU ini, Save the Children berharap berbagai pembelajaran dan praktik baik tersebut dapat terhubung dengan prioritas dan kebijakan Kementerian Agama serta membuka peluang untuk dikembangkan, diadaptasi, dan diperluas sesuai kebutuhan di lebih banyak madrasah dan pesantren.
Ke depan, kedua lembaga dapat menerjemahkan kerja sama ini melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk penguatan kapasitas, pengembangan kebijakan dan pedoman, pertukaran pengetahuan, integrasi program, serta pengembangan dan perluasan praktik baik.
Baca juga: Menag ingatkan dampak akal imitasi terhadap perubahan besar kehidupan
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.