Makan Buah Tiap Hari Disebut Bikin Trigliserida Tinggi, Dokter Gizi Ungkap Faktanya
Jakarta -
Belakangan, muncul video yang menyatakan makan buah setiap hari bisa menjadi penyebab trigliserida tinggi. Fruktosa yang terkandung dalam buah disebut dapat diubah menjadi trigliserida di dalam tubuh sehingga bisa memicu trigliserida tinggi.
Pernyataan tersebut membuat buah seolah perlu dihindari dan tidak boleh dimakan tiap hari. Padahal, buah menjadi bagian penting dari pola makan karena menyediakan serat, vitamin, mineral, air, hingga berbagai senyawa bioaktif.
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze turut menyoroti video viral tersebut. Ia menyayangkan buah sampai dituding sebagai penyebab trigliserida tinggi, padahal persoalannya tidak sesederhana melihat kandungan fruktosa saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara biokimia, fruktosa memang bisa memicu trigliserida di hati. Tapi, meta-analisis di jurnal Diabetes Care dan riset di Frontiers in Nutrition membuktikan efek itu terjadi di sirup fruktosa bebas, seperti di minuman manis ataupun di soda," ujar dr Yaze.
Fruktosa Memang Bisa Diolah Menjadi Trigliserida
Fruktosa memang memiliki jalur metabolisme yang berbeda dengan glukosa. Di dalam hati, fruktosa dapat diolah menjadi berbagai senyawa yang kemudian berkontribusi terhadap pembentukan lemak.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan munculnya anggapan bahwa semua makanan yang mengandung fruktosa, termasuk buah, dapat meningkatkan trigliserida.
Namun, sumber fruktosa perlu diperhatikan. Fruktosa dalam bentuk bebas (sirup fruktosa) yang dikonsumsi melalui minuman manis memiliki karakteristik berbeda dengan fruktosa yang dikonsumsi bersama matriks pangan seperti buah utuh.
dr Yaze menjelaskan bahwa buah mengandung fruktosa bersama dengan serat, air dan polifenol.
"Sedangkan, di buah utuh, fruktosa itu udah satu paket dengan serat pektin, air, polifenol, yang justru jadi rem alami penyerapan gula," kata dr Yaze.
Karena itu, buah utuh tidak bisa begitu saja disamakan dengan minuman manis yang mengandung sirup fruktosa.
Buah Justru Masih Perlu Dikonsumsi
Kekhawatiran terhadap fruktosa sebaiknya tidak membuat konsumsi buah dihentikan dalam pola makan sehari-hari. Buah merupakan salah satu sumber serat, vitamin, mineral dan berbagai senyawa bioaktif yang dibutuhkan tubuh.
Data termutakhir adalah dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sebanyak 96,7 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas tercatat masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran Kemenkes.
Kondisi tersebut menunjukkan konsumsi buah dan sayur di Indonesia justru perlu ditingkatkan. Kekhawatiran terhadap fruktosa dalam buah yang dianggap bisa bikin trigliserida tinggi justru berisiko menurunkan konsumsi buah di Indonesia.
dr Yaze mengatakan konsumsi buah tetap dapat dilakukan dengan porsi yang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang.
"Jadi, nggak perlu takut makan buah hari ini, 2-3 porsi udah oke kok," ujarnya.
Minuman Manis yang Perlu Diperhatikan
Pembahasan mengenai fruktosa juga perlu melihat dari mana sumbernya. Buah utuh mengandung fruktosa bersama serat, air dan komponen bioaktif lainnya.
Sementara itu, minuman manis kekinian dapat mengandung gula dalam bentuk bebas dan lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Asupan gula dan energi yang berlebihan secara keseluruhan dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolisme, termasuk kadar trigliserida yang tinggi.
Karena itu, buah tidak tepat jika langsung dituduh sebagai biang kerok trigliserida tinggi hanya karena mengandung fruktosa.
"Yang perlu kita hindari justru adalah minuman manis olahan, bukan buahnya," tegas dr Yaze.
Sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Konsumsi buah dalam bentuk utuh dengan porsi yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan berbagai zat gizi tanpa perlu membuat buah menjadi makanan yang harus ditakuti.
Buat tahu lebih banyak soal diet, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, akan berbincang melalui live Tiktok dengan tema 'Porsi vs Kalori'. Pasti seru karena banyak informasi kesehatan seputar gizi sekaligus bisa konsultasi gizi sepuasnya selama live berlangsung.
Catat jadwal live-nya di Tiktok @detikHealth, Kamis (24/9/2026) jam 16.00 WIB
(mal/kna)