Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS edukasi lansia cegah osteoarthritis lutut melalui program Lutut Sehat, Lansia Hebat
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS edukasi lansia cegah osteoarthritis lutut melalui program Lutut Sehat, Lansia Hebat
Jumat, 31 Juli 2026 18:25 WIB
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS Edukasi Lansia Cegah Osteoarthritis Lutut melalui Program "Lutut Sehat, Lansia Hebat" bertempat di Puskesmas Kartasura. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk Lutut Sehat, Lansia Hebat bagi peserta Program Lansia Puskesmas Kartasura bertempat di Puskesmas Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,
Sabtu (25/7).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran profesi di pelayanan kesehatan primer yang bertujuan untuk upaya promotif dan preventif bagi masyarakat melalui edukasi meningkatkan pemahaman lansia mengenai osteoarthritis (OA) lutut sekaligus mendorong penerapan latihan aktif untuk menjaga fungsi gerak dan mencegah penurunan mobilitas.
PIC kegiatan Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS wilayah Puskesmas Kartasura Kurniawan Nur Syahputra, S.Kes., menjelaskan Osteoarthritis lutut merupakan salah satu penyakit muskuloskeletal yang paling sering ditemukan pada kelompok usia lanjut. Proses tersebut menimbulkan rasa nyeri, kaku pada sendi, pembengkakan ringan, hingga keterbatasan aktivitas sehingga diperlukan edukasi mengenai penanganan yang tepat.
“Melalui program penyuluhan dengan tema 'Lutut Sehat, Lansia Hebat' ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan osteoarthritis, bahwa nyeri lutut bukan berarti harus berhenti bergerak. Sebaliknya dengan aktivitas fisik yang tepat, terutama melatih penguatan otot paha, dapat menunjang dalam menjaga stabilitas sendi, mengurangi nyeri, serta menjaga kemampuan fungsional pada lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” ujar Kurniawan, Jum’at.
Selain penyuluhan, mahasiswa melakukan skrining nyeri lutut, pemeriksaan kemampuan fungsional menggunakan 5 Times Sit to Stand Test atau 5xSTS, yakni sebuah tes sederhana yang menilai kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, serta kemampuan fungsional lansia (quadriceps strengthening exercise), hingga membagikan media edukasi.
“Selain memberikan edukasi, kami juga melakukan pemeriksaan skrining kemampuan fungsional menggunakan metode 5 Times Sit to Stand Test (5xSTS) sebagai bentuk langkah deteksi dini untuk dapat menilai kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan mobilitas peserta. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi kami dalam memberikan edukasi serta rekomendasi latihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia,” tuturnya.
Untuk menunjang keberlanjutan program, setiap peserta Program Lansia Puskesmas Kartasura memperoleh kartu monitoring latihan harian dan lembar edukasi yang memuat informasi mengenai osteoarthritis lutut beserta panduan latihan untuk penguatan otot paha. Media tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kepatuhan peserta dalam melakukan latihan secara mandiri sehingga manfaat yang diperoleh selama kegiatan dapat terus berlanjut.
Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh penjelasan mengenai penyebab, faktor risiko, tanda dan gejala osteoarthritis lutut, serta langkah-langkah penanganan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara mandiri. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami.
Semangat dan antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki keinginan besar untuk belajar dan menjaga kesehatannya apabila diberikan edukasi yang komunikatif, mudah dipahami, dan disertai praktik langsung.
Melalui penyuluhan ini, mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS berharap para lansia semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan lutut sejak dini, menerapkan latihan penguatan otot paha secara rutin, serta menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
“Melalui kegiatan Lutut Sehat, Lansia Hebat, kami ingin meningkatkan kesadaran lansia bahwa menjaga kesehatan sendi tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi juga melalui edukasi dan latihan aktif yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi kompetensi mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS serta memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas Kartasura dalam mendukung upaya promotif dan preventif agar lansia tetap mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.