Liga Arab desak AS dan Iran redakan eskalasi regional
Kairo (ANTARA) - Dalam sebuah pernyataan, Fahmy menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) dan Iran agar segera mengambil langkah-langkah peredaman eskalasi, dengan menekankan bahwa eskalasi yang terus berlanjut hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi semua pihak.
Dia memperingatkan risiko bahwa situasi bisa menjadi tak terkendali, yang berujung pada kehancuran bersama serta memperburuk kondisi ekonomi di kawasan itu dan sekitarnya.
Sekjen Liga Arab itu menambahkan bahwa serangan Iran terhadap beberapa negara Arab ditolak dan dikecam.
Dia menyebutkan bahwa negara-negara Arab sebelumnya telah menentang perang dan tidak seharusnya menanggung dampak akibat kelanjutan atau eskalasi konflik.
Fahmy juga menyerukan upaya untuk memulihkan ketenangan dan menegakkan komitmen bersama berdasarkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah ditandatangani oleh Iran dan AS, termasuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta menghindari penggunaan jalur perairan tersebut sebagai alat untuk melakukan tekanan atau "koersi ekonomi."
Fahmy menekankan bahwa situasi saat ini menuntut semua pihak untuk menahan diri dan mempertimbangkan konsekuensi. Dia juga menegaskan bahwa kembali ke meja perundingan dan berdialog merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah-masalah yang belum terselesaikan.
AS dan Iran telah menandatangani MoU pada Juni. Menurut MoU itu, kedua belah pihak diharapkan akan menggelar negosiasi dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.
Namun demikian, ketegangan kembali memuncak belakangan ini setelah kedua belah pihak saling melancarkan serangan di berbagai wilayah Timur Tengah.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.