KUA Sumalata Gorontalo Utara nikahkan pasangan pengantin disabilitas - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumalata Timur dan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menikahkan sepasang pengantin penyandang disabilitas.
Kepala KUA Kecamatan Sumalata Timur dan Sumalata Andi Nurdin di Gorontalo Utara, Minggu, mengatakan akad nikah berlangsung di rumah mempelai perempuan di Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur pada pukul 15.45 Wita.
"Ini menjadi bagian dari sejarah dalam pelayanan kami, KUA wilayah Sumalata Timur dan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, karena perdana berhasil menikahkan pasangan disabilitas ini," kata dia.
Dengan dibantu seorang juru bahasa isyarat, prosesi ijab kabul tersebut dilakukan oleh seorang laki-laki bernama Ismail Hasan, yang menikahi seorang perempuan bernama Sri Yegi Talib.
Ismail menikahi Sri Yegi dengan mahar berupa uang adat tunai sejumlah Rp240.000, satu kitab suci Al Quran dan seperangkat alat shalat.
Ketegangan sempat dirasakan, kata Andi, mengingat peristiwa sakral ini perdana dilakukan kepada pasangan disabilitas.
"Alhamdulillah rangkaian akad nikah khususnya ijab kabul berhasil dilakukan dengan khidmat dan disambut haru bahagia oleh pengantin perempuan bersama keluarga besar keduanya. Kami pun turut berbahagia dan memberikan doa bagi keduanya, semoga langgeng menjalani pernikahan, diberikan keturunan dan keberkahan dalam kehidupan," kata dia.
Pemerintah Desa Dulukapa dan Pemerintah Kecamatan Sumalata Timur menghadiri prosesi pernikahan tersebut.
"Alhamdulillah pelaksanaan akad nikah berjalan dengan baik dan lancar. Kami turut memberikan doa kepada kedua mempelai," kata Camat Sumalata Timur Nurhayati Wunati.
Ia bersyukur pelaksanaan akad nikah berlangsung tanpa kendala, sebab didukung dengan kehadiran juru bahasa isyarat yang mampu mengomunikasikan dengan baik tata cara pelaksanaan ibadah pernikahan dalam menikahkan pasangan disabilitas ini, sehingga proses ijab kabul berjalan dengan lancar.
Pemerintah kecamatan bersyukur sebab ketersediaan juru bahasa isyarat telah menjangkau wilayah pesisir dan tergolong terpencil ini.
"Kami berharap ketersediaan sumber daya manusia khususnya juru bahasa isyarat semakin banyak dan berkualitas, baik dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan inklusif di wilayah pesisir dan terpencil, maupun untuk pelayanan kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk prosesi pernikahan seperti yang sukses terlaksana hari ini," katanya.
Kedua mempelai sama-sama lulus mengenyam pendidikan di sekolah luar biasa (SLB).
Pengantin perempuan lulusan SLB Gorontalo Utara, sedangkan pengantin laki-laki lulusan SLB Kota Gorontalo yang kini bekerja sebagai pekerja konstruksi besi baja.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.