KRB belum sediakan kawasan tanaman obat tradisional Kalsel - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Kebun Raya Banua atau KRB di Banjarbaru, ibukota Kalimantan Selatan (Kalsel), belum menyediakan kawasan tanaman obat-obatan tradisional khas provinsi setempat.
Hal itu terungkap ketika rapat kerja bersama Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup tersebut dipimpin Ketuanya Hj Mustaqimah di Banjarmasin, Kamis.
Rapat Komisi III DPRD Kalsel tersebut bersama mitra kerja Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) serta KRB membahas rencana anggaran tahun 2027 yang tersebut dalam penyampaian Nota Keuangan/RAPBD oleh Gubernur setempat pada rapat paripurna legislatif provinsi tersebut, Rabu.
Ketika Ketua Komisi III yang menyandang gelar apoteker itu menanyakan apakah ada secara khusus pengelompokan tanaman obat-obatan tradisional? Kepala KRB Rahmat Maidiyanto menjawab belum.
"Namun ke depan, kita adakan pengelompokan tanaman obat-obatan tradisional," ujar Kepala KRB tersebut menjawab pertanyaan Ketua Komisi III DPRD Kalsel.
Mustaqimah atau "Srikandi" Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu berharap, selain menyediakan kawasan, KRB melengkapi tanaman obat-obatan tradisional khas Kalsel khususnya.
Kebun Raya Banua yang berada di kawasan/Komplek Kantor Gubernur Kalsel itu berdiri sejak 1 Juni 2012 melalui Peraturan Gubernur (Pergub) setempat Nomor 041/2012.
Dalam rapat Komisi III beserta mitra itu pembahasan fokus pada program kerja dan kebutuhan anggaran masing-masing perangkat daerah untuk Tahun Anggaran 2027.
Komisi III menekankan pentingnya perencanaan program yang efektif, tepat sasaran, serta memiliki manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel menyatakan, pembahasan anggaran merupakan bagian penting untuk memastikan perencanaan program dapat mendukung prioritas pembangunan Banua atau provinsinya.
“Kami ingin setiap program yang diusulkan benar-benar memiliki manfaat dan dapat dilaksanakan secara optimal. Karena itu, pembahasan bersama mitra kerja perlu dilakukan secara cermat agar anggaran yang dialokasikan tepat sasaran,” ujar Mustaqimah.
Dalam rapat tersebut, Kepala Brida Kalsel H Thaufik Hidayat, memaparkan rencana program di bidang riset dan inovasi daerah, sementara Kepala Kebun Raya Banua menyampaikan program pengelolaan dan pengembangan kebun raya, termasuk kebutuhan penunjang untuk meningkatkan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan wisata.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.