Korsel angkat perjuangan kemerdekaan Korea-RI melalui pameran foto
Jakarta (ANTARA) - Korea Selatan (Korsel) mengangkat perjalanan Korea Selatan dan Republik Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan melalui pameran foto bertajuk “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” yang diselenggarakan di ANTARA Heritaga Center, Jakarta.
Wakil Duta Besar Korea untuk Indonesia Chung Hae-Kwan mengatakan penyelenggaraan pameran yang berlangsung pada 12-31 Agustus tersebut bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan para tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan.
“Korea dan Indonesia memiliki sejarah dan budaya yang berbeda, namun kedua negara memiliki kesamaan dalam perjalanan panjangnya memperjuangkan nilai-nilai luhur, yaitu kebebasan dan kemerdekaan,” kata Chung Hae-Kwan saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran di ANTARA Heritage Center, Rabu.
Korea Selatan merayakan kemerdekaan pada 15 Agustus yang berselang hanya dua hari dengan kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus.
Chung menuturkan melalui pameran ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat Kim Koo, sosok pejuang Korea Selatan yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan Korea dan memimpikan sebuah Korea yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap perdamaian dunia dan kemakmuran bersama melalui kebudayaan yang berkembang.
“Dalam pameran hari ini, kita akan mengenal lebih dekat kehidupan seorang Kim Koo serta keyakinannya terhadap kemerdekaan melalui foto dan video tentang dirinya, buku Baek Beom Ilji yang ia tulis, serta Taegukgi (bendera nasional Korea Selatan) yang memuat tanda tangan asli beliau,” ujarnya.
Sementara itu, perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan juga ditampilkan melalui berbagai materi mengenai pembacaan Proklamasi Kemerdekaan oleh Presiden pertama Indonesia Soekarno, manuskrip tulisan tangan penyair dan pejuang kemerdekaan Chairil Anwar, serta materi mengenai Adam Malik yang merupakan salah satu pendiri ANTARA dan berperan dalam menyiapkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Chung, mengingat sejarah tidak sekadar berarti melihat kembali masa lalu, tetapi juga menjadi proses untuk menegaskan kembali nilai-nilai yang harus dijaga sekaligus menjadi pijakan dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Ia berharap pameran tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia dan Korea untuk semakin memahami sejarah dan budaya satu sama lain serta mempererat persahabatan kedua negara.
“Semoga harapanku, My Wish, menjadi harapan kita, Our Wish, dan semoga harapan kita menjadi sebuah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Adapun pameran “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” dilaksanakan oleh Departemen Lembaga Pendidikan ANTARA bekerjasama dengan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dalam rangka memperingati penetapan resmi tahun 2026 sebagai “Tahun Peringatan 150 Tahun Kelahiran Kim Koo" oleh UNESCO serta Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Baca juga: RI dan Korea Selatan percepat kemitraan strategis komprehensif
Baca juga: Indonesia dorong investasi Korea Selatan di sektor strategis
Baca juga: Korsel selesaikan pengiriman enam jet T-50i pesanan TNI AU
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.