Kondisi Makam Vidi Aldiano usai Lampu Penerangan Raib Dicuri
Jakarta -
Pusara mendiang penyanyi Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tetap asri dan terawat rapi usai raibnya fasilitas lampu penerangan. Peristiwa pencurian dua unit lampu panel surya, yang sempat menghiasi makam tersebut tidak mengurangi kebersihan maupun kerapian tempat peristirahatan terakhir sang musisi.
Berdasarkan pantauan detikcom, Sabtu (12/9/2026), jejak hilangnya dua lampu tenaga surya hanya menyisakan lubang kecil di permukaan tanah dekat tepi rumput di sekitar batu nisan. Area tersebut sebelumnya, menjadi titik tancapan tiang lampu solar panel yang dipasang pihak keluarga untuk menerangi peziarah yang datang pada sore maupun malam hari.
Jejak tersebut, menjadi satu-satunya tanda bekas terjadinya pengambilan paksa pada makam yang sempat terpasang. Tiang penyangga beserta panel penyerap sinar matahari di bagian atasnya, sudah raib sepenuhnya tanpa menyisakan apapun di sekitar makam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski fasilitas penerangan telah hilang, kondisi makam almarhum secara keseluruhan tetap terjaga dengan sangat baik dan bersih. Tidak tampak adanya kerusakan pada gundukan tanah maupun area pekarangan di sekelilingnya.
Hamparan rumput hijau yang menyelimuti seluruh permukaan makam terlihat tumbuh lebat, segar, dan dipangkas dengan rapi oleh petugas kebersihan TPU Tanah Kusir.
Batu nisan berbentuk lempeng batu alam berwarna abu-abu gelap juga masih berdiri kokoh di tempatnya. Kaligrafi Arab serta tulisan nama Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto di permukaan nisan tampak bersih.
Dua kuntum bunga mawar berwarna biru cerah diletakkan tepat di atas nisan, melengkapi rangkaian bunga berwarna biru, putih, dan ungu tua di dalam vas yang berdiri di bagian belakang pusara.
Penyanyi Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 2026 di usia 35 tahun. Pelantun Status Palsu itu berpulang dengan didampingi oleh keluarga besar serta sang istri, Sheila Dara Aisha, sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada keesokan harinya.
Kepergian Vidi Aldiano terjadi setelah ia berjuang melawan kanker ginjal stadium tiga yang pertama kali didiagnosis pada akhir 2019. Selama bertahun-tahun, almarhum menjalani rangkaian pengobatan medis intensif, mulai dari operasi pengangkatan salah satu ginjal di Singapura hingga terapi berkala yang kerap ia sebut secara positif sebagai spa day, sembari terus berkarya dan membagikan semangat juang kepada masyarakat luas hingga akhir hayatnya.
(ahs/wes)