DKP Kaltim catat volume ekspor perikanan capai 1.958 ton - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat total volume ekspor hasil perikanan menembus angka 1.958,01 ton selama periode Januari hingga Agustus 2026 dan memberi dampak positif terhadap devisa di daerah tersebut. 

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSP) DKP Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Jumat, menyebutkan bahwa total akumulasi nilai devisa ekspor perikanan tersebut mencapai Rp345,85 miliar.

"Pencapaian ini menunjukkan tren yang positif dan membuktikan tingginya permintaan pasar global terhadap kualitas produk hasil perikanan kita," ujar Irma.

Ia menjelaskan dari total volume tersebut, kinerja ekspor secara konsisten didominasi oleh produk udang, khususnya udang windu beku, udang pink beku, dan udang putih beku.

Selain itu, ekspor juga ditopang oleh komoditas ikan laut segar bernilai ekonomis tinggi, seperti bawal segar dan kerapu segar.

"Khusus pada bulan Agustus 2026, ekspor kita juga diperkaya dengan pengiriman komoditas kepiting hidup sebanyak 55,31 ton senilai Rp8,31 miliar," kata Irma menambahkan. 

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa puncak kinerja ekspor pada delapan bulan pertama tahun 2026 ini terjadi pada bulan April. Pada bulan tersebut, DKP Kaltim membukukan volume pengiriman tertinggi sebesar 312,17 ton dengan nilai mencapai Rp56,42 miliar.

Produk perikanan Kaltim menembus berbagai pasar internasional di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika Utara. Irma memetakan terdapat delapan negara yang menjadi tujuan utama serapan pasar ekspor perikanan Kaltim, yaitu Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Inggris.

DKP Kaltim berkomitmen untuk terus mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha perikanan agar senantiasa mematuhi standar mutu global.

"Konsistensi dalam menjaga standar kualitas ini menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing ekspor, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya lokal," ujar Irma.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.