◐

Komisi VII DPR minta kota-kota terus kembangkan wisata urban - ANTARA News Ambon, Maluku

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta kota-kota di Indonesia untuk terus mengembangkan potensi wisata urban atau urban tourism, karena tidak semua daerah diberkahi oleh potensi alam yang indah.

Chusnunia dalam keterangan di Jakarta, Jumat menilai wisata urban menjadi salah satu alternatifnya yang mulai berkembang pesat sebagai motor ekonomi alternatif.

Menurut dia, wisata urban bisa mencakup berbagai aktivitas di lingkungan kota, seperti wisata sejarah, budaya, belanja, kuliner, seni hingga Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

"Urban tourism dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional," kata Chusnunia.

Dia pun tidak memungkiri bahwa penguatan konsep wisata urban perlu didukung perencanaan terpadu, termasuk peran pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan dan mendorong sinergi antar daerah.

"Seperti di daerah asal saya Lampung, Kota Bandar Lampung, dan Metro memiliki potensi untuk mengembangkan urban tourism, di mana sejarah, heritage hingga kuliner tersedia dan menjadi daya tarik tersendiri," ujarnya.

Selain itu, menurut Chusnunia, kota-kota di Indonesia bisa belajar dari beberapa kota destinasi dunia seperti New York, London, Tokyo, Paris, dan Dubai  untuk mengoptimalkan konsep wisata urban.

Dia menilai fitur utama daya tarik wisata dari kota-kota besar itu, di antaranya bangunan bersejarah, pusat perbelanjaan, pusat kegiatan perdagangan, wisata bisnis, beraneka ragam kuliner, konser, pameran seni global hingga pusat berbagai hiburan.

"Dalam konteks kota global dan urban tourism daya tarik wisata sering dijadikan tolak ukur dalam penilaian bersama dengan penilaian infrastruktur, konektifitas, peran bisnis, tingkat keberlanjutan dan kontribusi kebudayaan," ucapnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi VII DPR minta kota-kota terus kembangkan wisata urban

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.