Kodim Manokwari suplai air bersih atasi kesulitan warga - ANTARA News Papua Tengah

Manokwari (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1801/Manokwari, Papua Barat mendistribusikan air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air dalam memenuhi kebutuhan mandi maupun mencuci.

Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 1801/Manokwari Mayor Infanteri D Mendrofa di Manokwari, Senin, mengatakan penyaluran air bersih menyasar ke sejumlah lokasi yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

“Seperti hunian sementara, warga sudah kesulitan selama empat bulan. Jadi kami bantu sediakan air bersih, dan kami sarankan airnya hanya untuk mandi dan cuci,” ujarnya.

Dia menyebut pendistribusian air bersih yang memanfaatkan satu unit kendaraan pemadaman kebakaran (damkar) bantuan dari Kementerian Pertahanan merupakan bentuk kehadiran negara di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

TNI Angkatan Darat melalui personel Bintara Pembinan Desa (Babinsa) akan melakukan pendataan lokasi warga yang belakangan ini mengalami kesulitan mengakses akses air bersih sebagai dampak dari fenomena El Nino.

“Seperti di daerah Susweni, Disrik Manokwari Timur, ada warga yang terpaksa ambil air dari sungai menggunakan ember. Babinsa beri laporan kemudian kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurut dia keberadaan damkar tidak hanya berfungsi untuk membantu pemerintah daerah memadamkan kebakaran sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) yang menimbulkan kepulan asap, tetapi menjawab kesulitan memperoleh air bersih.

Kodim Manokwari terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat menyusun rencana jangka menengah guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mengakibatkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

“Tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya mengambil langkah-langkah yang bisa mengatasi kesulitan warga,” ujarnya.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.