Ketidakpastian Global Mendorong Pelaku Usaha Perkuat Manajemen Risiko
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Januari-Mei 2026 surplus (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global masih membayangi prospek dunia usaha pada tahun ini. Gejolak geopolitik, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, hingga fluktuasi nilai tukar mendorong pelaku usaha memperkuat strategi mitigasi risiko agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.
Direktur Operasional dan Business Development PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI), Agus Sulih Purwanto mengatakan, penerapan manajemen risiko menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha. Terutama bagi pelaku bisnis yang bergerak di sektor perdagangan internasional.
"Perusahaan perlu membangun ketahanan bisnis agar tetap mampu tumbuh di tengah ketidakpastian," ujar Agus dalam keterangannya, Senin (27/7).
Menurut Agus, tekanan ekonomi global juga mulai memengaruhi kinerja perdagangan Indonesia. Hingga Mei 2026, ekspor nonmigas Indonesia tercatat mengalami kontraksi sebesar 4,5% secara tahunan alias year on year (yoy).
Baca Juga: GoPay Alami Gangguan Teknis, Pastikan Saldo dan Data Pengguna Tetap Aman
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan mampu menopang pertumbuhan usaha.
Sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia, ASEI berupaya mendukung perdagangan nasional melalui berbagai solusi perlindungan risiko perdagangan, pembiayaan, dan penjaminan.
Berbagai solusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Dengan pengelolaan risiko yang baik, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- PT Asuransi Asei Indonesia
- Manajemen Risiko
- Asuransi Asei