◐

Kerajinan warga binaan Lapas kelas IIB Indramayu tembus pasar ekspor - ANTARA News Megapolitan

Indramayu (ANTARA) - Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut produk kerajinan berbahan serabut kelapa hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Jawa Barat, berhasil menembus pasar ekspor dengan tujuan Spanyol.

“Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu dan terbukti dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya sudah ada hasilnya dan ada market-nya di luar sana,” kata Lucky di Indramayu, Senin.

Ia menyebutkan produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade tersebut, yang dikirim ke Spanyol berjumlah 510 unit dan pengiriman itu terlaksana melalui kerja sama Lapas Kelas IIB Indramayu dengan PT Coir Indonesia Global.

Lucky mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan pembinaan keterampilan di dalam lapas, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurut dia, keterampilan kerja diperlukan agar warga binaan memiliki peluang untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri ketika kembali ke masyarakat.

“Di Lapas ini banyak program pelatihan, bimbingan, sehingga ketika warga binaan selesai menjalani masa di sini, mereka punya keterampilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan di Lapas Indramayu mencakup berbagai bidang, mulai dari pembuatan kerajinan dan makanan hingga peternakan, pertanian, serta budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Lucky mengatakan pemerintah daerah, membuka peluang dukungan untuk mengembangkan program pembinaan tersebut, antara lain melalui pemanfaatan lahan, perbaikan fasilitas, penyediaan bibit, dan fasilitasi kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia berharap pengembangan keterampilan dan pemasaran produk dapat membuka peluang usaha bagi warga binaan, termasuk bagi mereka yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan formal setelah bebas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan pengiriman produk tersebut merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Program itu, kata dia, mencakup sejumlah kegiatan pembinaan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Yang kita ekspor hari ini adalah bagian dari peningkatan UMKM. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Pihaknya merinci sebanyak 510 unit coir shade yang disiapkan untuk ekspor terdiri atas varian diagonal hanging 3x3 sebanyak 139 unit, diagonal hanging 4x3 sebanyak 210 unit, varian diagonal hanging 3x3 lainnya sebanyak 61 unit, serta triangle 350 sebanyak 100 unit.

Pewarta: Fathnur Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.