Kepolisian bantu salurkan 25.000 liter air bersih untuk warga di Pulau Penyengat
Kepolisian bantu salurkan 25.000 liter air bersih untuk warga di Pulau Penyengat
Jumat, 28 Agustus 2026 09:18 WIB
Personel Polsek Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat Pulau Penyengat, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-Polsek Tanjungpinang Kota
Tanjungpinang (ANTARA) - Aparat Kepolisian Sektor Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau menyalurkan bantuan 25.000 liter air bersih untuk masyarakat Pulau Penyengat yang mengalami kekeringan setelah dua bulan terakhir dilanda musim kemarau.
Kapolsek Tanjungpinang Kota Iptu Freddy Simanjuntak mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus hadir sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya selama kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih masih terjadi.
"Pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang terdampak kondisi kekurangan air bersih," kata Kapolsek saat memimpin penyaluran air bersih di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis.
Iptu Freddy menyebut sejak awal Agustus 2026 Polsek Tanjungpinang Kota telah menyalurkan sebanyak 70.000 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, Pulau Penyengat, serta wilayah Rutan Kampung Jawa.
Polsek Tanjungpinang Kota menargetkan distribusi air bersih sebanyak 150.000 liter kepada masyarakat yang membutuhkan. Kapolsek juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta yang ikut mendistribusikan air bersih bagi warga.
Baca juga: BMKG: Cuaca Kepri hariini didominasi cerah berawan
"Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap hingga curah hujan kembali normal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," ujar Iptu Freddy.
Sementara Ketua RT 02 Penyengat Bambang Sumardi mengapresiasi bantuan air bersih dari kepolisian setempat. Ia mengimbau warga lebih hemat dan bijak menggunakan air di tengah musim kemarau.
Menurut dia masyarakat Penyengat telah mengalami krisis air selama periode Juli-Agustus 2026, di mana 27 sumur di lima perkampungan mengalami kekeringan dan sudah terasa asin.
"Sumber air sangat terbatas karena sudah hampir dua bulan tidak hujan. Sumur mengering, dan SWRO juga dalam perbaikan. Alhamdulillah dapat bantuan air dari Polri, warga sangat terbantu sekali," kata Bambang.
Penyaluran bantuan air ke Pulau Penyengat dilakukan melalui jalur laut menggunakan pompong (kapal kayu). Pulau Penyengat berada di seberang pusat ibu kota Tanjungpinang, dengan jarak tempuh penyeberangan selama 10-15 menit.
Baca juga: Dinkes Kepri: Waspadai heat stroke akibat cuaca panas
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.