Kabupaten Mimika siagakan 275 personel gabungan antisipasi karhutla - ANTARA News Papua Tengah
Timika (ANTARA) - Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyiagakan sebanyak 275 personel gabungan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrim.
Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak di Timika, Jumat, mengatakan dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah terjadinya karhutla dan jika kondisi itu terjadi maka harus ditangani secara cepat, tepat, terpadu dan terukur.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), katanya, wilayah Papua Tengah telah memasuki periode musim kemarau sejak awal Juni hingga September, dipicu oleh penguatan fenomena El Nino.
"Puncak musim kemarau di wilayah ini diperkirakan berlangsung sejak Agustus hingga September 2026," ujar Kapolres Mimika.
Menyikapi kondisi itu, Kapolres meminta semua pihak memberi perhatian serius mengingat meningkatnya potensi kekeringan bisa memicu terjadi karhutla di berbagai wilayah.
Ia menambahkan, musim kemarau berkepanjangan tahun ini dibandingkan kondisi normal, juga menyebabkan menurunnya volume curah hujan hingga memicu kelangkaan air bersih.
"Jika tidak diantisipasi secara dini dan dilakukan penanganan secara bersama-sama, karhutla dapat menimbulkan berbagai dampak serius mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya ekosistem, munculnya kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian, hingga kerugian sosial maupun material," ujar Kapolres Mimika.
Guna mendukung hal itu, Polres Mimika segera membentuk posko terpadu melibatkan berbagai instansi untuk menampung semua aduan masyarakat terkait Karhutla.
Sejauh ini, wilayah Kabupaten Mimika masih cukup aman dari karhutla. Namun sejumlah daerah lain di Papua dilaporkan sudah mengalami karhutla seperti di Kabupaten Puncak dan Nabire Papua Tengah, Fakfak dan Teluk Bintuni Papua Barat, Kota dan Kabupaten Sorong Papua Barat Daya serta Merauke Papua Selatan.
Meski belum ada laporan terjadi karhutla di Mimika, namun wilayah udara Kota Timika sempat dilanda kabut asap beberapa hari lalu akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Merauke Papua Selatan.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi wilayah udara di Kota Timika hingga kini masih cukup aman untuk penerbangan dengan jarak pandang masih berkisar 4.000-5.000 meter.
Pewarta: Handayani
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.