◐

KemenUMKM Siapkan Pelatihan Usaha untuk 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan program pemberdayaan bagi sekitar 14 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinilai siap mengembangkan usaha secara mandiri. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat rentan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa proses pemberdayaan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha. Hal ini diungkapkannya saat Peluncuran Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026 di Surabaya, Rabu (23/9).

"Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri," ujar Maman dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Saat ini, terdapat sekitar 14 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang siap dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM. Jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 150 ribu penerima pada tahap selanjutnya.

Menurut Maman, setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan, penerima yang telah memiliki kapasitas usaha memadai akan dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama PNM dan lembaga lainnya. Pendekatan ini dilakukan agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Target Peningkatan Kesejahteraan

Maman menegaskan bahwa target akhir dari program ini bukan hanya meningkatkan omzet usaha, melainkan juga meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. "Secara bertahap, mereka diharapkan keluar dari kelompok masyarakat rentan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera," tambahnya.

Pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1–4 (sangat miskin hingga rentan miskin) memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha yang produktif. Pemberdayaan kewirausahaan dinilai menjadi salah satu jalan agar masyarakat mampu memperoleh penghasilan secara mandiri.

Kolaborasi Kementerian

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Mira Riyati Kurniasih, mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui LAKSMI menjadi bagian penting dalam membangun keterhubungan ekosistem pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat. Kemensos berperan memperkuat keberdayaan keluarga melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, sedangkan Kementerian UMKM melanjutkan proses tersebut dengan memperkuat kapasitas kewirausahaan dan ekosistem pengembangan usaha.

"Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan," ujar Mira.

Mira menambahkan, Kemensos telah mendorong data sekitar 14 ribu keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM. Cakupan tersebut diharapkan dapat terus diperluas pada tahap berikutnya sehingga semakin banyak keluarga memperoleh jalur pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara