Kementerian PU bangun kembali SPAM Aceh Tengah yang rusak akibat bencana - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun kembali Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah yang sebelumnya rusak akibat banjir dan longsor akhir November 2025.
"Kalau ini kan (SPAM) memang dampak dari banjir kemarin, longsor terus salah satu SPAM kita itu hancur. Kemudian kita pindah ke bawah sana (dibangun baru)," kata Menteri PU, Dody Hanggodo, di Aceh Tengah, Jumat,
Dody mengatakan, pembangunan SPAM baru yang berada tersebut dirancang sebanyak dua unit dengan masing-masing berkapasitas 50 liter per detik. Sehingga, mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Kota Takengon, Aceh Tengah.
SPAM baru tersebut dibangun di lokasi berbeda dengan sebelumnya, yaitu di Desa Lukup Penalam, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.
"Yang kemarin kita punya dua di sini, 1 kali 20 dan 1 kali 50, jadi 70 liter per detik. Karena musibah begini kita bangun lebih besar lagi, 2 kali 50, dan ada satu 20 liter per detik jadi. Jadi di situ totalnya 120 liter per detik," ujarnya.
Pembangunan sistem penyediaan air bersih tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini, sehingga masyarakat cepat menikmatinya dan tidak terlalu lama menunggu.
Tak itu, lanjut dia, pada SPAM baru ini nantinya juga bakal ditambah lagi dengan tangki berkapasitas 1.500 meter kubik. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat di Takengon.
"Insya Allah masih cukup untuk eksisting hari ini warga di Takengon. Dan nanti juga akan kita sesuaikan lagi seiring penambahan penduduk," demikian Dody Hanggodo.
Sebagai informasi, sejauh ini pengerjaannya SPAM itu sudah memasuki tahapan pembangunan pondasi, dan selanjutnya dilakukan penyambungan pipa hisap menuju sumber air yaitu danau Lut Tawar.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.