Kemenag Aceh Besar perkuat ketahanan keluarga lewat piloting pusaka sakinah - ANTARA News Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Besar terus berupaya mencegah perceraian serta menguatkan ketahanan keluarga lewat program piloting pusaka sakinah terhadap masyarakat di kabupaten setempat.

"Persoalan dalam keluarga harus diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih dapat diselesaikan justru berujung pada perceraian,” kata Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, di Aceh Besar, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Saifuddin saat membuka kegiatan piloting pusaka sakinah di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah perceraian. 

Program piloting pusaka Sakinah merupakan salah satu upaya Kemenag menghadirkan layanan advokasi, konsultasi, dan mediasi bagi keluarga. Serta mengoptimalkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat layanan keagamaan dan konsultasi keluarga.

Saifuddin mengatakan, ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui pemahaman keagamaan, melainkan juga komunikasi yang baik, komitmen antara pasangan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijaksana.

Baca: Kemenag Aceh Besar santuni 578 anak yatim dan difabel

Saifuddin  meminta agar para peserta pembinaan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Sebab, keluarga yang mampu menjaga keharmonisan, dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Dirinya berharap, program percontohan tersebut dapat memperkuat fungsi KUA Ingin Jaya, tidak semata-mata menjadi tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga pusat bimbingan, konsultasi, dan pendampingan keluarga.

“Program ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di KUA kecamatan lain di Aceh Besar,” kata Saifuddin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Akmalul Hakim menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan efektivitas layanan bimbingan perkawinan serta konseling keluarga di KUA Ingin Jaya. 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.