Kekeringan picu hektaran sawah di Tapin gagal panen - ANTARA News Kalimantan Selatan

Rantau (ANTARA) - Kekeringan mulai menekan produksi padi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan sedikitnya 63 hektare lahan pertanian tercatat mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Mohammad Triasmoro mengatakan, luas lahan terdampak tersebut masih merupakan data sementara karena sebagian tanaman padi, terutama di Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) dan Candi Laras Utara (CLU), belum memasuki masa panen.

"Sementara belum ada fokus, tapi kemungkinan masih ada lagi, terutama di daerah Candi Laras Utara dan Candi Laras Selatan, karena sebagian masih ada yang belum panen," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.

Baca juga: Tapin perluas sawah 3.935 hektare tingkatkan produksi padi

Berdasarkan data Dinas Pertanian Tapin, kata dia, luas tanam padi hingga saat ini mencapai 43.169 hektare, sedangkan luas panen hingga Agustus baru mencapai 23.221 hektare atau sekitar 59 persen dari target panen.

Triasmoro menyebutkan, CLS dan CLU menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena masih terdapat tanaman padi yang berada di lahan dan belum dipanen ketika kondisi kekeringan berlangsung.

"Data sementara 63 hektare gagal panen tersebut tersebar di Kecamatan Binuang, Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara," tambahnya.

Namun, kondisi di Binuang relatif berbeda karena sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut telah memasuki masa panen sehingga potensi tambahan kerugian lebih banyak menjadi perhatian di CLS dan CLU.

Baca juga: Banjir ancam 149 hektare produksi padi di Tapin

Ia mengungkapkan, Dinas Pertanian Tapin kini masih memantau kondisi tanaman padi di sejumlah wilayah guna memutakhirkan data dampak kekeringan sekaligus mengetahui lahan yang berpotensi mengalami penurunan produksi.

"Kondisi ini menunjukkan kekeringan tidak hanya mengancam ketersediaan air bagi petani, tetapi juga berpotensi menekan hasil produksi padi Tapin," katanya.

Pemerintah daerah, ucap Triasmoro,  juga mewaspadai potensi bertambahnya luas gagal panen apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih panjang, terutama pada lahan yang tanaman padinya belum memasuki masa panen.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.