Kebakaran di Alas Lali Jiwo Gunung Arjuno telah terkendali - ANTARA News Jawa Timur
Malang Raya (ANTARA) - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Agustiningtyas Marini menyebut kebakaran hutan yang terjadi di Alas Lali Jiwo, Gunung Arjuno, Jawa Timur dalam situasi terkendali setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan.
Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, Agustiningtyas mengatakan, situasi kebakaran di Alas Lali Jiwo telah dinyatakan terkendali pada Senin (14/9).
"Sudah terkendali Alas Lali Jiwo, iya kemarin," kata Agustiningtyas.
Titik api yang ada Alas Lali Jiwo masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan.
Ia menjelaskan, api yang berada di Alas Lali Jiwo diduga muncul pada Sabtu (12/9) pagi, pasalnya pada Jumat (11/9) petugas sempat melaksanakan mockup di sana dan tak mendapati adanya kobaran sama sekali.
Mengetahui kejadian itu, lanjut dia, petugas gabungan langsung dikerahkan untuk bergerak menuju tempat kejadian guna melakukan upaya pemadaman.
Kemudian, keesokan harinya atau pada Minggu (13/9) dan Senin terdapat tim gabungan lainnya yang datang untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
"Kemarin kan sempat ada hujan, gerimis juga kalai informasi dari teman-teman sehingga itu membantu teman-teman," ucapnya.
Selain itu, berdasarkan keterangan resmi dari UPT Tahura Raden Soerjo, terdapat pergerakan api ke arah Puthuk Bulak yang diperkirakan masih menyala.
Tahura Raden Soerjo menyampaikan telah memberangkatkan tim gabungan dari unsur polisi kehutanan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan jumlah 11 personel dari Posko Jatiarjo menuju ke Puthuk Bulak via jalur Puthuk Elang untuk melakukan pemadaman.
Namun, kondisi di lokasi tertutup kabut dan petugas juga belum dapat melakukan penanganan lantaran kontur medan yang terjal dan curam.
Dia mengatakan, saat ini tim terus memantau perkembangan situasi di area itu dari basecamp Rangsa.
"Dan di basecamp saat ini situasi gerimis," tutur dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.