Kaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026, Disusul Jawa Tengah dan Jakarta
AKURAT.CO Provinsi Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Kafilah Kalimantan Timur meraih 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan Jakarta 129 poin.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan berakhirnya MTQ bukan akhir dari upaya membumikan Al-Qur'an. Justru setelah kompetisi selesai, nilai-nilai Al-Qur'an harus semakin hadir dalam kehidupan nyata.
"Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur'an justru dimulai setelah kemeriahan ini," kata Nasaruddin dalam penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, dikutip Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Menag Nasaruddin: MTQ Nasional Cerminkan Persaudaraan Lintas Agama
Dia menjelaskan, terdapat empat arah pengembangan MTQ ke depan. Pertama, MTQ perlu berkembang dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur'an. Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer harus berlangsung secara terencana dan berkelanjutan, tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Kedua, MTQ harus semakin inklusif. Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas perlu diikuti perluasan akses terhadap tenaga pengajar. Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.
Ketiga, generasi Qurani perlu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan integritas dan kompas moral. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital.
Keempat, MTQ harus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penyelenggaraan MTQ menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif.
Baca Juga: MTQ XXXIV Kalbar Ditutup, Kayong Utara Sukses Jadi Tuan Rumah dan Tembus 5 Besar
Berdasarkan perhitungan Pemprov Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. "Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur'an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Jawa Tengah dan Kota Semarang, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Kepada seluruh kafilah, dia berpesan agar semangat Al-Qur'an yang tumbuh selama MTQ dibawa pulang ke daerah masing-masing.
"Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur'an dan pengabdian kepada Indonesia. Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta," tegasnya.