Kabut Asap Karhutla Mengancam Kelompok Rentan, Menkes Budi Minta Warga Stay di Rumah
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:55 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), balita, dan ibu hamil, membatasi aktivitas di luar rumah saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini disampaikan untuk mengurangi paparan asap yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Baca Juga
Budi mengatakan, ketika asap karhutla sudah menyebar, masyarakat perlu memprioritaskan perlindungan diri dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Ia menegaskan bahwa kelompok rentan sebaiknya tetap berada di dalam rumah selama kondisi tersebut berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kementerian Kesehatan tidak bisa menghentikan asapnya. Yang saya sampaikan selalu adalah, bahwa nomor satu, kalau bisa, stay di rumah,” kata Budi dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga
Kasatgas PRR sekaligus Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Budi Gunadi Sadikin
Photo :
- VIVA/Siska Permata Sari
Menurut Budi, paparan asap berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perlindungan lebih besar. Karena itu, ia meminta masyarakat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan dan menghindari paparan asap sebisa mungkin.
Baca Juga
“Jadi dari sisi kesehatan, melihat kenyataannya sudah seperti ini, pesan saya adalah terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah,” ujar dia.
Budi menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak. Apabila kebutuhan sehari-hari mengharuskan seseorang keluar rumah, ia mengimbau agar anggota keluarga yang tidak termasuk kelompok rentan yang melakukannya.
Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi masuknya partikel asap melalui hidung dan mulut. Budi menyarankan masker N95 apabila tersedia. Namun, jika masker tersebut tidak tersedia, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan jenis masker lain.
Perlindungan juga perlu dilakukan terhadap mata dan kulit. Masyarakat disarankan menggunakan kacamata, baik kacamata biasa maupun kacamata hitam, untuk mengurangi paparan partikel yang dapat memicu iritasi mata.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, pakaian berlengan panjang dan pakaian yang menutupi tubuh dapat digunakan untuk mengurangi kontak langsung kulit dengan debu serta partikel dari asap karhutla.
Setelah kembali dari luar rumah, masyarakat juga diminta membersihkan diri menggunakan air. Budi mengingatkan agar proses pembersihan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari iritasi akibat partikel yang menempel pada tubuh.
Halaman Selanjutnya
“Dan setiap kali pulang dari luar, selalu usahakan dibersihkan dengan air, tapi jangan langsung digosok,” kata dia.