Jepang Mulai Ragukan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2027, Ini Pemicunya
Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:30 WIB
Tokyo, VIVA – Kesiapan Arab Saudi menjadi tuan rumah Piala Asia 2027 mulai dipertanyakan di tengah situasi keamanan yang belum stabil akibat serangkaian serangan di kawasan tersebut. Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Tsuneyasu Miyamoto, secara terbuka menyampaikan keraguannya mengenai kemungkinan turnamen tetap berlangsung sesuai jadwal.
Baca Juga
Keraguan itu muncul menjelang penyelenggaraan Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Meski Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan jadwal pertandingan, situasi keamanan Arab Saudi masih menjadi perhatian sejumlah pihak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Miyamoto mengatakan kondisi di negara tersebut belum sepenuhnya meyakinkan. Ia menilai penyelenggaraan turnamen tidak akan mudah apabila situasi keamanan belum membaik.
Baca Juga
“Situasinya masih belum aman, jadi saat ini, saya rasa tidak akan mudah untuk menyelenggarakan Piala Asia di sana,” ujar Miyamoto, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga mengungkapkan telah mengadakan pertemuan dengan pihak Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut, keselamatan pemain, suporter, dan seluruh orang yang terlibat dalam turnamen disebut menjadi prioritas utama.
Baca Juga
Pernyataan Miyamoto menambah sorotan terhadap kesiapan Arab Saudi menggelar kompetisi sepak bola terbesar di Asia tersebut. Terlebih, turnamen itu akan diikuti 24 tim nasional dan mendatangkan pemain, ofisial, serta pendukung dari berbagai negara.
Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Keamanan
Keraguan Jepang tidak terlepas dari perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Negara tersebut menghadapi gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman dalam beberapa pekan terakhir.
Pada Minggu (25/10/2026), pertahanan udara Saudi dilaporkan mencegat rentetan proyektil yang menargetkan sejumlah wilayah kerajaan. Pecahan dari dua rudal balistik yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di Jeddah, Taif, Rabigh, dan Wadi Al-Mughammas di Provinsi Mekah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi tersebut turut berdampak pada aktivitas penerbangan. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sempat mengalami penangguhan penerbangan setelah gelombang serangan. Penerbangan internasional kemudian dijadwalkan kembali beroperasi melalui Terminal 2 pada Minggu (25/10/2026).
Kondisi ini membuat penyelenggaraan sejumlah agenda olahraga internasional di Arab Saudi ikut menjadi perhatian. Reli Dakar, misalnya, dipastikan berpindah lokasi untuk edisi 2027 menyusul perkembangan situasi di kawasan.
Halaman Selanjutnya
Di tengah kondisi tersebut, keamanan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan menjelang Piala Asia 2027. Penyelenggara bukan hanya perlu memastikan kesiapan stadion dan fasilitas pertandingan, tetapi juga keamanan perjalanan serta aktivitas seluruh peserta dan penonton.