Jendela Rusak di Udara, Penumpang Ryanair Nyaris Tersedot Keluar Pesawat

Athena -

Momen mencekam terjadi di dalam pesawat Ryanair sesaat setelah lepas landas dari Yunani. Seorang penumpang dilaporkan tersedot sebagian keluar melalui jendela pesawat yang rusak hingga kepala dan bahunya berada di luar badan pesawat.

Insiden itu terjadi pada Jumat (11/7/2026) dalam penerbangan Ryanair yang take off dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman. Pesawat Boeing 737 Next Generation (NG) tersebut terpaksa berbalik arah dan melakukan pendaratan darurat beberapa saat setelah lepas landas.

Seorang penumpang yang diwawancarai Radio Thessaloniki, sebagaimana dikutip media Serbia, menggambarkan detik-detik menegangkan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepala dan bahunya sempat berada di luar pesawat sebelum penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam kabin," kata penumpang itu seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/7/2026).

Korban merupakan warga negara Serbia. Konsulat Serbia mengatakan korban langsung dilarikan ke AHEPA University General Hospital di Thessaloniki. Meski mengalami luka, kondisinya tidak mengancam jiwa. Saat ini, dokter masih memeriksa tingkat cedera yang dialaminya.

Dalam pernyataan resminya, Ryanair mengatakan pesawat memutuskan kembali ke bandara asal setelah terjadi kerusakan pada salah satu jendela penumpang.

"Pesawat kembali ke Thessaloniki setelah jendela penumpang terlepas saat penerbangan," kata Ryanair.

Maskapai menambahkan pesawat berhasil mendarat dengan normal dan seluruh penumpang telah kembali ke terminal bandara. Namun, Ryanair belum menjelaskan penyebab pasti kerusakan jendela tersebut.

Sementara itu, dua sumber bandara dan media lokal Yunani menyebut insiden diduga bermula ketika serpihan mesin menghantam jendela hingga pecah. Benturan tersebut diduga menyebabkan dekompresi kabin.

Video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan dugaan uncontained engine failure, yaitu kegagalan mesin yang membuat serpihan komponen keluar dari pelindung mesin. Dalam video itu, beberapa bilah kipas mesin tampak hilang. Namun, rekaman tersebut belum diverifikasi secara independen.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengonfirmasi pesawat yang terlibat adalah Boeing 737 NG, generasi sebelum seri 737 MAX. FAA menyatakan siap membantu proses investigasi, sementara Boeing memastikan akan bekerja sama dengan pihak terkait.

"Kami tetap berkomunikasi dan terus mendukung pelanggan kami, Ryanair," kata Boeing.

Data Flightradar24 menunjukkan pesawat yang semula menuju Memmingen berbalik arah dan kembali mendarat di Thessaloniki hanya beberapa saat setelah lepas landas. Data yang sama juga memperlihatkan pesawat tersebut sempat kembali ke Thessaloniki pada penerbangan menuju Sarajevo sehari sebelumnya, meski penyebabnya belum diketahui.

Insiden itu mengingatkan pada kecelakaan Southwest Airlines pada 2018. Saat itu, bilah kipas mesin Boeing 737 NG patah dan serpihannya memecahkan jendela pesawat hingga seorang penumpang tersedot sebagian keluar kabin dan meninggal dunia.

Pilot Southwest yang menerbangkan pesawat dalam insiden tersebut, Tammie Jo Shults, mengaku terkejut melihat kemiripan kedua peristiwa itu.

"Mereka mengalami kegagalan mesin. Ada kerusakan di bagian luar pesawat. Ini bukan sekadar mesin yang berhenti bekerja, sehingga hambatan pada pesawat juga lebih besar," ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti insiden pada pesawat Ryanair masih dalam penyelidikan otoritas terkait.

(fem/fem)