Jasindo Syariah Beberkan Tantangan Dalam Meningkatkan Pangsa Aset Syariah
ILUSTRASI. Asuransi Jasindo (DOK/Jasindo)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total aset industri asuransi syariah mencapai Rp 51,51 triliun per Juni 2026. Adapun nilai pangsa aset asuransi syariah terhadap industri asuransi komersial tercatat meningkat dari 5,06% per Juni 2025 menjadi 5,32% per Juni 2026. Meski meningkat, pangsanya terbilang masih minim.
PT Asuransi Jasindo Syariah menilai pertumbuhan pangsa aset menunjukkan bahwa industri asuransi syariah memiliki ruang untuk terus berkembang. Namun, Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah Wahyudi menerangkan memang masih terdapat sejumlah tantangan dalam meningkatkan pangsa aset syariah.
Baca Juga: Great Eastern: Prospek Asuransi Marine Cargo pada Semester II-2026 Bisa Lebih Baik
Dia menyebut salah satu tantangannya adalah tingkat literasi dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan karakteristik asuransi syariah yang belum merata.
Selain itu, Wahyudi bilang industri juga perlu terus memperkuat variasi produk, kemudahan akses layanan, saluran distribusi, serta kolaborasi dengan berbagai ekosistem.
"Alhasil, solusi perlindungan syariah akan makin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (5/9).
Wahyudi menerangkan peningkatan skala bisnis juga tetap harus dilakukan, dengan mengedepankan tata kelola, kehati-hatian, dan pengelolaan risiko yang baik.
Sementara itu, Wahyudi juga menyampaikan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan pangsa aset syariah. Dia menyebut Jasindo Syariah terus berupaya memperluas jangkauan bisnis melalui penguatan kerja sama dengan mitra strategis, pengembangan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta optimalisasi berbagai saluran distribusi.
"Perusahaan juga mendorong kolaborasi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk lembaga keuangan, komunitas, institusi, dan pelaku usaha," katanya.
Wahyudi bilang peningkatan kualitas layanan, proses bisnis yang semakin mudah, serta edukasi mengenai manfaat perlindungan berbasis syariah juga terus dilakukan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Jasindo Syariah membukukan total aset sebesar Rp 649,45 miliar per Juni 2026. Nilainya meningkat 9,4%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 539,62 miliar.
Baca Juga: Banyak Perusahaan Belum Siapkan Pesangon, DPLK Avrist Bidik Korporasi Sehat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Asuransi Jasindo
- Asuransi Syariah
- Jasindo