James Gunn Balas Kritik Pedas soal Clayface
CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 11:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
James Gunn membalas kritikan pedas yang mempertanyakan keputusan garap Clayface jelang penayangan film itu di bioskop. Clayface dinilai sebagai karakter yang lebih niche ketimbang figur utama DC, seperti Superman atau Supergirl.
Bos DC Studios itu menegaskan bahwa industri perfilman Hollywood tidak melulu berpatokan pada keinginan atau jajak pendapat publik mengenai karakter yang ingin mereka tonton di layar lebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan keras dilontarkan Gunn melalui akun Threads miliknya saat membalas komentar seorang pengguna yang mempertanyakan urgensi kehadiran film solo bagi penjahat super tersebut.
"Siapa yang meminta Back to the Future? Casablanca? There's Something About Mary? Pan's Labyrinth? Fury Road? Weapons? The Matrix?" tulis Gunn merespons komentar yang kini telah dihapus seperti diberitakan Variety, Rabu (7/10).
"Meski kelihatannya demikian, Hollywood bukan tempat di mana satu-satunya cara membuat film adalah lewat pemungutan suara publik tentang kekayaan intelektual (IP) apa yang ingin mereka lihat, yang sudah pernah mereka tonton berkali-kali sebelumnya," lanjutnya.
Gunn menerangkan bahwa proyek Clayface murni lahir dari lahirnya ide dan inspirasi para kreatornya.
[Gambas:Video CNN]
Ide awal film ini dicetuskan Mike Flanagan, yang kemudian dikembangkan lebih jauh oleh sutradara James Watkins bersama penulis naskah Hossein Amini untuk meracik cerita spesial dari karakter tersebut.
"Saya lebih memilih inspirasi seperti itu ribuan kali lipat dibandingkan penulis yang mencoba mencari uang dengan membuat naskah tanpa jiwa tentang karakter super populer yang sama sekali tidak ia cintai atau pahami," tegas Gunn.
Hadirnya Clayface ini sekaligus menjadi momen perdana bagi musuh Batman yang bisa berubah wujud tersebut tampil dalam film solonya sejak debut dalam komik pada 1940.
Aktor Tom Rhys Harries didapuk menjadi pemeran utama, Matt Hagen alias Clayface. Jalan ceritanya menyoroti kebangkitan Matt dari anak jalanan Gotham menjadi aktor papan atas Hollywood.
Semuanya terjadi sebelum kariernya hancur tragis akibat aksi bos kejahatan lokal yang membuatnya cacat parah.
Ditinggalkan jajarannya, Matt nekat menjalani pengobatan eksperimental mutakhir yang secara ajaib memulihkan paras cantiknya.
Namun, prosedur tersebut secara tak terduga merusak kewarasannya dan menyeret sang aktor ke dalam pusaran dendam yang merusak.
Selain Harries, film Clayface turut dibintangi oleh Naomi Ackie, David Dencik, Max Minghella, dan Eddie Marsan.
Clayface tayang 21 Oktober di bioskop Indonesia.
(chri)