Irau Malinau ke-12 Siap Digelar, 190 UMKM Ramaikan HUT ke-27 |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, MALINAU, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kalimantan Utara, siap menyelenggarakan Irau Malinau ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau. Perhelatan tahun ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026, dengan melibatkan 190 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menyatakan bahwa persiapan acara telah memasuki tahap finalisasi. “Ini tinggal finalisasi kebersihan, termasuk dekorasi panggung. Prinsipnya kita sudah siap melaksanakan Irau Malinau ke-12,” ujarnya di Malinau, Senin.
Ernes menjelaskan, agenda Irau tahun ini memiliki keistimewaan karena masuk dalam 125 event di kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata. “Memang pada Irau tahun 2026 ini kita sudah bekerja sama dengan KEN Kementerian Pariwisata, jadi kita hanya tujuh hari melaksanakan Irau,” katanya.
Fokus pada UMKM, Tanpa Stan Pameran
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Irau Malinau ke-12 tidak akan menampilkan stan-stan pameran. Ernes menegaskan bahwa tahun ini hanya ada stan yang diperuntukkan bagi UMKM. “Tahun ini cuman UMKM saja, tidak ada pameran. Sesuai kesepakatan saat ini hanya ada 190 UMKM,” ungkapnya.
Lokasi acara dipusatkan di Lapangan Pro Sehat Padan Liu’ Burung, Malinau Kota. Penempatan stan UMKM hanya di area lapangan dan tidak sampai meluber ke badan jalan seperti tahun sebelumnya yang mencapai 600 UMKM. “Kalau tahun lalu sampai ke jalan, sampai 600 UMKM. Kalau ini kita batasi karena menyesuaikan berapa hari yang kita laksanakan,” jelas Ernes.
Meski demikian, pagelaran budaya dari berbagai etnis dan paguyuban di Malinau tetap akan digelar secara bergantian. Selain itu, akan ada lomba olahraga tradisional serta karnaval budaya yang direncanakan diikuti oleh puluhan ribu peserta. “Kita sudah menyampaikan ajakan kepada pimpinan daerah, dari lembaga adat, paguyuban untuk bisa hadir dalam Irau Malinau, termasuk nanti dalam karnaval budaya,” tambahnya.
Fasilitas dan Partisipasi Gratis untuk UMKM
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Malinau, Sergius, menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menyiapkan 35 tenda untuk UMKM. “Sebanyak 35 tenda ini khusus untuk UMKM ekonomi kreatif (ekraf), seperti kerajinan manik, batik, rotan dan lain sebagainya,” ujar Sergius.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 18 tenda yang digunakan oleh pelaku ekraf. Sisa 17 tenda dialokasikan untuk UMKM kuliner berdasarkan urutan pendaftaran pertama hingga ke-17. Bagi UMKM di luar kuota tenda yang disediakan, mereka dapat menyiapkan tenda sendiri dengan ketentuan warna seragam putih dan biru sesuai arahan panitia.
Terkait biaya partisipasi, Sergius menegaskan bahwa tidak ada pungutan sepeser pun alias gratis bagi seluruh UMKM yang terlibat. “Puji Tuhan, Bapak Bupati menegaskan agar tidak meminta UMKM membayar sepeser pun untuk kegiatan ini. Karena kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Malinau,” pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara