◐

16 Peneliti BRIN Masuk Daftar Top 2% Scientists 2026, Terbanyak Kelima di Indonesia |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sebanyak 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil masuk dalam daftar bergengsi Top 2% Scientists 2026 untuk kategori dampak ilmiah tahun tunggal. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 12 peneliti BRIN dalam daftar yang sama.

Kepala BRIN Arif Satria memberikan apresiasi tinggi atas prestasi ini. Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan posisi ilmiah Indonesia harus berjalan beriringan dengan inisiatif untuk memastikan riset menghasilkan pengetahuan, mendorong inovasi, dan memberikan solusi yang mendukung pembangunan nasional.

“Masuknya 16 ilmuwan afiliasi BRIN dalam daftar Top 2% Scientists 2026 merupakan pencapaian yang menunjukkan perkembangan kontribusi ilmiah para peneliti kami di tingkat internasional,” ujar Arif dalam keterangannya, Senin.

Arif menambahkan, pencapaian ini membuka peluang untuk meningkatkan kualitas riset, memperluas kolaborasi internasional, serta memperkuat kontribusi sains Indonesia dalam menyelesaikan tantangan nasional dan global. Ia menekankan perlunya terus mendorong ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi berkualitas yang diakui komunitas ilmiah global, tetapi juga membuka peluang pengembangan teknologi dan lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Riset unggul harus mampu bergerak dari pengetahuan menjadi solusi, dari publikasi menjadi pemanfaatan, dan dari penemuan menjadi dampak nyata,” tegasnya.

Menurut Arif, prestasi ini seharusnya memotivasi komunitas riset BRIN untuk meningkatkan standar kualitas penelitian, memperkuat kolaborasi interdisipliner, dan membangun jaringan nasional serta internasional yang produktif. Tujuan utamanya bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan memastikan lebih banyak riset yang digunakan, inovasi yang dikembangkan bersama industri, dan masalah sosial yang terpecahkan melalui sains.

Secara keseluruhan, Indonesia mencatatkan 272 ilmuwan dalam daftar Top 2% Scientists 2026, meningkat tajam dari 209 ilmuwan pada tahun sebelumnya. BRIN sendiri menempati peringkat kelima dalam hal jumlah ilmuwan yang masuk daftar, setelah Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Indonesia.

Daftar Top 2% Scientists yang dirujuk oleh TOPSCINET ini bersumber dari basis data indikator kutipan ilmiah terstandarisasi yang disusun oleh John P. A. Ioannidis dan diterbitkan melalui Elsevier Data Repository. Pemeringkatan ini menggunakan data publikasi dan kutipan dari Scopus untuk menilai pengaruh ilmiah peneliti berdasarkan beberapa indikator bibliometrik.

Ke-16 ilmuwan yang tercatat berafiliasi dengan BRIN dalam daftar 2026 adalah Setyo Budi Kurniawan, Arumugam Priyadharsan, Muhammad Reza Cordova, Ratih Pangestuti, Hanggara Sudrajat, Widya Fatriasari, Andri Frediansyah, Danny Hilman Natawidjaja, Heru Agung Saputra, Muhammad Adly Rahandi Lubis, Melbi Mahardika, Zulvikar Syambani Ulhaq, Agung Dwi Laksono, Aswin Rafif Khairullah, Wawan Sujarwo, dan Abdi Wira Septama. Mereka berkecimpung di berbagai subbidang keilmuan, mulai dari ilmu lingkungan, kimia obat dan biomolekuler, ilmu material, polimer, fisika, geokimia dan geofisika, kimia analitik, kesehatan, hingga ilmu kedokteran hewan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara