Iran Ancam Gelapkan Negara Teluk jika AS Serang, Pembangkit Listrik Jadi Target
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:07 WIB
Iran, VIVA – Iran mengancam akan menyerang pembangkit listrik di negara-negara Teluk jika Amerika Serikat (AS) benar-benar melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Ancaman tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sempat mengancam akan menyerang Iran.
Baca Juga
Ancaman Iran secara khusus diarahkan kepada negara-negara Teluk yang menjadi lokasi markas militer AS. Jika serangan AS terhadap Iran terjadi, pembangkit listrik di kawasan tersebut disebut dapat menjadi sasaran serangan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seorang pejabat mengungkapkan Iran telah menyampaikan ancaman untuk memadamkan listrik di negara-negara Teluk apabila Trump menyerang pembangkit listrik Iran. Informasi tersebut kemudian turut dibenarkan oleh pejabat lainnya.
Baca Juga
Iran Siapkan Daftar Target di Negara Teluk
The New Arab melaporkan salah seorang pejabat menyebut ancaman Iran kali ini tergolong serius dibandingkan sebelumnya. Iran bahkan disebut telah menyiapkan daftar panjang target yang akan diserang.
Baca Juga
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Pernyataan Trump mengenai rencana serangan besar-besaran terhadap Iran menjadi salah satu pemicu respons keras dari Teheran.
Iran memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak menjadi bagian dari serangan terhadap negaranya. Negara yang memiliki markas AS menjadi perhatian khusus dalam ancaman tersebut.
Jika serangan terhadap Iran benar-benar terjadi, Teheran mengisyaratkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk dapat terkena dampak.
Trump Sempat Ancam Serangan Besar-besaran
Sebelumnya, Donald Trump sempat mengatakan akan meluncurkan serangan terhadap Iran yang disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.
Rencana tersebut diduga dapat menyasar infrastruktur energi Iran. Pernyataan itu kemudian memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik hingga ke kawasan negara-negara Teluk.
Namun, ancaman serangan besar-besaran yang disampaikan Trump tersebut pada akhirnya batal terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Negara-negara Arab di kawasan Teluk disebut bergerak cepat untuk menghentikan rencana serangan tersebut. Para pemimpin negara di kawasan bahkan langsung menghubungi Trump dan memintanya menahan diri.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar termasuk negara yang disebut melakukan komunikasi dengan Trump untuk mencegah rencana tersebut berlanjut.
Halaman Selanjutnya
Negara Teluk Berada di Tengah Konflik