◐

Inggris Akhirnya Batalkan Niat Tarik Tiket Museum dari Turis Asing

London -

Pemerintah Inggris memastikan wisatawan mancanegara tetap bisa masuk gratis ke museum-museum nasional. Kebijakan itu dipertahankan setelah sebelumnya pemerintah sempat mempertimbangkan tiket khusus bagi wisman untuk menambah pemasukan sektor museum.

Akses gratis berlaku untuk koleksi permanen di sejumlah museum nasional, termasuk British Museum dan National Gallery di London. Kebijakan tersebut sudah berjalan sejak 2001 dan selama ini menjadi daya tarik bagi jutaan wisatawan yang berkunjung ke Inggris.

Rencana menarik biaya masuk dari wisatawan asing pertama kali diumumkan pemerintah pada Maret lalu. Gagasan itu dikaji untuk membantu meningkatkan pendanaan museum nasional yang menghadapi keterbatasan anggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari AFP, Minggu (4/10/2026) setelah melakukan konsultasi selama beberapa bulan, Pemerintah Inggris akhirnya membatalkan rencana tersebut. Kementerian Kebudayaan negara itu menilai biaya masuk justru berpotensi membuat sebagian wisatawan domestik enggan berkunjung.

"Dampak dan manfaat dari pemberlakuan biaya masuk tidak akan dirasakan secara merata di seluruh sektor, sehingga kami tidak akan memberlakukan biaya bagi pengunjung dari luar negeri," jelas Department for Digital, Culture, Media and Sport (DCMS).

Pemerintah Inggris mencatat museum nasional memberikan kontribusi lebih dari 1 miliar pound sterling (Rp 23,77 triliun) terhadap perekonomian setiap tahun. Sementara itu, jumlah wisatawan yang datang ke museum juga menunjukkan tingginya minat terhadap koleksi dan pameran di dalamnya.

"Ini adalah kabar baik bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk terus menjaga museum tetap gratis bagi semua orang," ungkap Wali Kota London, Sadiq Khan, menyambut baik.

Tahun lalu, Natural History Museum di London mencatat 7,1 juta pengunjung. British Museum juga menerima sekitar 6,4 juta pengunjung dalam periode yang sama. British Museum saat ini menjadi salah satu museum yang ramai dikunjungi karena tengah menggelar pameran Bayeux Tapestry.

Karya bersejarah tersebut dipinjamkan dari Prancis dan untuk pertama kalinya dipamerkan di Inggris. Meski koleksi permanen tetap gratis, pengunjung tetap dikenai biaya untuk sejumlah pameran temporer.

Data Pemerintah Inggris pada periode 2023-2024 menunjukkan, wisman menyumbang sekitar 43% dari seluruh pengunjung museum nasional.

(upd/wsw)