Indeks Keyakinan Konsumen RI Turun, Begini Kata Menko Airlangga
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto buka suara soal data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melandai pada Juli 2026.
Airlangga mengatakan turunnya IKK pada bulan lalu dinilai wajar karena pada momentum konsumsi masyarakat setelah Ramadan dan Lebaran cenderung turun.
"Kalau kita lihat di kuartal I-2026 kan ada hari besar ya, ada Ramadan dan Lebaran, biasanya setelah adanya hari besar keagamaan ada penurunan," kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (10/8/2026).
Airlangga pun mencontohkan dari penjualan otomotif yang masih cukup kencang, menandakan bahwa daya beli masyarakat masih kuat.
"Kalau kita melihat sinyal dari penjualan otomotif misalnya, itu otomotif kan kemarin semester 1 naik 16%, terus kemudian untuk kendaraan yang sifatnya hybrid malah naiknya 40%," lanjut Airlangga.
Meski begitu, Ia berharap di kuartal-kuartal berikutnya, terutama di kuartal IV-2026, data IKK kembali kuat dan daya beli masyarakat semakin kencang, karena adanya liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.
"Tentu kita lihat nanti, kita berharap di kuartal ke-4 biasanya akan naik karena itu terkait dengan Nataru, dan ini kan kita juga coba di kuartal III-2026 dalam rangka 17 Agustus, beberapa mal juga melakukan program diskon khusus, itu dari para pengusaha langsung," terang Airlangga.
Sebelumnya, Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan IKK Juli 2026 turun menjadi 116,8, dari sebelumnya pada Juni lalu yang berada di angka 117,8.
Meski menurun, tetapi data IKK masih berada di atas 100, yang menandakan masih di level optimis.
Turunnya IKK Juli 2026 disebabkan merosotnya seluruh komponen pembentuk indeks, seperti Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 109,2 menjadi 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 126,4 menjadi 125,7.
Turunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, yang tercermin dari angka IKE Juli 2026 dipicu oleh turunnya Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG).
IPSI turun dari 119,8 menjad 118,5, IKLK turun dari 101,8 menjadi 101,1, dan IPDG dari 105,9 menjadi 104,1.
Sementara itu, untuk ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, yang turun berdasarkan angka IEK, disebabkan komponen Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang melorot dari 124,4 menjadi 123,1 dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha turun dari 121,2 menjadi 120,4. Hanya Indeks Ekspektasi Penghasilan yang tetap 133,6.
(chd/mij)
[Gambas:Video CNBC]