Icip-icip Sayur Towo, Kuliner Khas dari Kepulauan Talaud
Talaud -
Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara memiliki kuliner unik berbahan keladi, yang traveler harus coba. Namanya sayur towo. Seperti apa ya penampakannya?
Bagi masyarakat Talaud, keladi bersama sagu adalah makanan pokok. Tanaman keladi di Talaud ditanam di sawah maupun kebun. Pada masa lalu, di saat kapal pengangkut sembako dari Manado atau Bitung terlambat, keladi sebagai penyelamat warga.
Sayur towo merupakan olahan sayur tradisional dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang memanfaatkan bagian towo bete (pelepah atau batang muda keladi ungu) dan pucuk daun paling muda bete ungu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuliner ini sering dimasak dengan kuah santan. Masakan sayur towo bercita rasa gurih, kaya rempah daun dan lezat dengan batang keladi yang lembut kuah santannya yang legit berpadu sempurna dengan sensasi pedas dan sedikit manis.
Kuliner khas Talaud ini sangat nikmat jika disajikan bersama nasi hangat atau keladi rebus. Bahan yang digunakan dalam membuat sayur towo yaitu batang muda (towo) dan pucuk daun bete ungu atau disebut juga ore, sereh, daun kemangi, daun jeruk, daun kunyit, bawang daun, cabai dan tomat.
Tips mengolah dan memasaknya agar lezat serta aman tidak gatal saat dikonsumsi gunakan pelepah yang masih muda (towo). Kupas kulit bagian luarnya, setelah dibersihkan, selanjutnya rebus pelepah muda towo dan pucuk daun keladi. Masak dengan kayu bakar, dengan api sedang, aduk rata, hingga air berkurang.
Kemudian tuangkan santan ke dalam wajan, terus aduk perlahan agar santan tidak pecah. Selanjutnya, tambahkan garam dan penyedap rasa. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap sempurna. Angkat dan sajikan.
Sayur towo jarang dijumpai di rumah makan di Melonguane, namun di Desa Ambela, Kecamatan Melonguane, tanaman keladi tumbuh melimpah, kuliner sayur towo biasanya bersifat made by order (dibuat berdasarkan pesanan).
Traveler dapat meminta langsung kepada warga atau pelaku kuliner lokal untuk mengolah batang dan daun keladi segar untuk dimasak menjadi sayur towo.
--------
Artikel ini ditulis Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)