◐

Hubungan Kolombia-Israel Pulih, Ribuan Warga Demo dan Bakar Bendera AS

AKURAT.CO Ribuan warga Kolombia turun ke jalan untuk memprotes perang Israel di Gaza dan keputusan pemerintah membuka kembali kedutaan besar di Yerusalem. Demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah pada Rabu itu menjadi bentuk penolakan terhadap perubahan kebijakan luar negeri Presiden Abelardo de la Espriella yang kembali mempererat hubungan diplomatik dengan Israel.

Di ibu kota Bogota, ratusan mahasiswa, aktivis gerakan sosial, dan demonstran mengibarkan bendera Palestina sambil mengecam keputusan pemerintah memulihkan hubungan dengan Israel. Massa juga meneriakkan slogan penolakan terhadap intervensi Amerika Serikat (AS) dan kebijakan luar negeri pemerintah yang dinilai semakin mendekat ke Presiden AS Donald Trump.

Aksi protes Kolombia terhadap Israel tersebut bertepatan dengan peresmian kedutaan besar Kolombia di Yerusalem pada Rabu. Langkah ini membalikkan kebijakan pemerintahan sebelumnya yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada 2024 sebagai respons terhadap perang di Gaza.

Demonstran Kolombia Kecam Kebijakan Pro-Israel

Demonstrasi nasional itu tidak hanya menyoroti hubungan Kolombia dengan Israel, tetapi juga menjadi bentuk penolakan terhadap kebijakan luar negeri dan dalam negeri pemerintahan konservatif De la Espriella.

Para demonstran membawa spanduk bertuliskan "Kami bukan halaman belakangmu" dan meneriakkan slogan seperti "Tolak intervensi Amerika", "Zionis keluar, orang Amerika keluar, Abelardo keluar".

Dalam aksi di Bogota, sejumlah demonstran bahkan membakar bendera Amerika Serikat sebagai simbol penentangan terhadap pengaruh Washington dalam kebijakan pemerintah Kolombia.

De la Espriella mulai menjabat sebagai presiden pada Agustus. Ia membatalkan kebijakan pendahulunya, Gustavo Petro, yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada 2024 karena perang di Gaza.

Selain memulihkan hubungan diplomatik, pemerintahan De la Espriella juga memberlakukan kembali perjanjian perdagangan bebas dengan Israel yang sebelumnya ditangguhkan pada masa pemerintahan Petro.

Kolombia Sebut Israel Mitra Strategis

Menteri Luar Negeri Kolombia Omar Bula menghadiri upacara peresmian kedutaan besar di Yerusalem. Ia menyebut pembukaan kedutaan tersebut sebagai langkah konkret untuk memperkuat kembali hubungan bilateral kedua negara.

Menurut Bula, hubungan diplomatik Kolombia dan Israel seharusnya tidak pernah diputus.

"Israel adalah mitra strategis. Sejak dulu selalu demikian, dan mulai sekarang akan menjadi mitra yang lebih kuat," kata Bula.