◐

Hasil Sepak Takraw Asian Games 2026: kuadran putra Indonesia kantongi kemenangan kedua - ANTARA News Jawa Barat

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Tim sepak takraw kuadran putra mengantongi kemenangan kedua pada putaran Grup B Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim tuan rumah Jepang dengan skor 15-12, 10-15, 15-10.

Sebelum berhasil membungkam tim tuan rumah, kuadran putra Indonesia sempat kesulitan pada set kedua akibat kesulitan mengatasi tekanan tim kandang.

"Memang ada pengaruh suporter (lawan), tapi kami juga terlena dari kemenangan awal. Di set kedua kami menyepelekan, makanya kami kalah," ujar Muhammad Ubaidur Rohman setelah pertandingan di Mizuho Park Gynasium, Nagoya, Jepang, Rabu.

Pada set ketiga, tim Indonesia juga sempat tertinggal pada awal set. Namun berkat kesabaran dan kekompakan pemain, Indonesia mampu mengejar dan menuntaskan pertandingan secara apik.

Sebelumnya, pada Rabu pagi tim kuadran putra juga telah melakoni pertandingan pertama pada fase grup ini dengan menghadapi Korea Selatan.

Dari hasil tersebut, kuadran putra Indonesia juga menyabet kemenangan dengan dua set langsung 15-8, 15-7.

Kemenangan ganda yang dipetik tim kuadran putra hari ini mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup B untuk sementara. Saat ini kuadran putra Indonesia mengantongi empat poin lewat dua kali kemenangan dari dua pertandingan yang sudah dimainkan.

Pada Kamis (1/10), kuadran putra Indonesia akan kembali bertanding untuk ketiga kalinya di fase grup dengan menghadapi Singapura.

"Lawan Singapura ya yang pasti harus habis-habisan juga. Kami tidak mau kalah, pokoknya kami mau hantam semua itu," kata Ubaidur.

Pada nomor kuadran putra, Indonesia menurunkan sebanyak enam pemain. Mereka ialah Muhammad Hardiansyah Muliang, Saiful Rijal, Muhammad Ubaidur Rohman, Jelki Ladada, Yudha Aswinatama dan Andi Try Sandi Saputra.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.