China desak AS, Iran kembali ke meja perundingan dan taati MoU
Istanbul (ANTARA) - Pemerintah China, Rabu, mendesak Amerika Serikat dan Iran kembali berkomitmen pada kerangka nota kesepahaman (MoU) Islamabad dan melanjutkan dialog untuk mengakhiri konflik melalui jalur politik dan diplomatik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing berharap Iran dan Amerika Serikat memilih perdamaian dan kembali berkomitmen pada MoU Islamabad.
“China berharap Iran dan Amerika Serikat akan memilih perdamaian, kembali berkomitmen pada nota kesepahaman Islamabad, serta sesegera mungkin melanjutkan dialog dan perundingan,” kata Guo.
Guo mengatakan China sejak awal konflik telah secara aktif berupaya mendorong penghentian pertempuran dan pembicaraan untuk mencapai perdamaian.
Dia menambahkan Beijing akan terus mendukung berbagai inisiatif dan usulan yang disampaikan Presiden China Xi Jinping untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
“China akan terus berupaya memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk dalam waktu dekat,” kata Guo.
Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Teheran merespons agresi militer tersebut dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi.
Pentagon kemudian memberlakukan blokade militernya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Upaya mengakhiri perang terus berlangsung setelah penandatanganan MoU Islamabad pada 18 Juni untuk mencapai kesepakatan damai final terkait pelayaran di jalur perairan strategis tersebut serta program nuklir Iran.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS, Iran bahas akhiri konflik dengan mediator secara terpisah
Baca juga: Mediator desak Iran beri konsesi nuklir demi gencatan senjata
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.